Para Petugas (SP) 2020 Bakal Disebar BPS Raja Ampat Suksesi Sensus Penduduk 2020

WAISAI,gardapapua.com — Kepala BPS Raja Ampat Propinsi papua barat Ir.Nurwahida Sirun, mengatakan bahwa pihaknya telah sangat siap untuk segera menerjunkan para petugas (SP) untuk segera menyebar hingga ke tingkat distrik dan kampung guna melaksanakan tugas pencatatan sensus penduduk tahun 2020.

Itu dikatakannya saat menghadiri pelatihan petugas sensus penduduk tahun 2020, sabtu (29/8/2020), bertempat di Korpak villa resort, waisai kabupaten raja ampat.

Pada kegiatan pelatihan sensus penduduk kepada petugas mitra kerjanya, yang mana pelaksanaan kegiatan pelatihan itu dilaksanakan selama 3 hari.

Dalam pelatihan tersebut di bagi menjadi 5 kelas yaitu,kelas pertama tanggal 26 Agustus 2020 di bagi satu kelompok kemudian 27 Agustus 2020, (dua kelas), dan pada tanggal 29 Agustus 2020 terakhir di bagi (dua kelas).

Dimana proses pelaksanaan Sensus Penduduk (SP) 2020 dilakukan selama satu bulan kedepan yaitu dari tanggal 1-30 Sepetember 2020.

“Kemudian karena pendataan di maksud di tengah pandemi covid-19,sehingga petugas Pencacah sebelum di berangkatkan ke lapangan,dilakukan Rapid Test,”Ujarnya

Sebab, tujuan rapid test karena pihak BPS tidak mau kalau petugas Pencacah, dan pegawai organik BPS di tetapkan sebagai penyebar covid-19.

” Jadi kita mengarahkan seluruh petugas, termasuk saya juga dan tim Petugas Sensus, Taspot, serta petugas koseka di rapid test,”Terangnya

Sembari menambahkan, bahwa mereka yang mengikuti pelatihan ini sudah di rapid test semua,

“Harapan kami,kepada petugas sensus penduduk ketika dilapangan,nantinya materi diajarkan, tidak ada yang terlewatkan selama melakukan sensus penduduk (SP),”Sebutnya

Selanjutnya dia juga menghimbau kepada masyarakat agar menerima petugas sensus dengan baik. Karena ini merupakan program nasional yang dilakukan selama 10 tahun sekali.

“Permintaan kami juga agar masyarakat di pelosok daerah terpencil,pesisir pulau-pulau manapun menerima petugas kami dengan baik,dan nantinya tidak ada yang terlewatkan untuk di data”Pintanya

“Kami juga informasikan bahwa petugas sensus penduduk (SP),dalam pendataan, telah dilakukan dengan berbagai macam variasi mengenai beban kerja, sehingga petugas sensus penduduk per petugas beban kerja mendata kurang lebih (200 KK),”Tambahnya

Oleh karena itu, terutama kepada kepala kampung nantinya dalam Sensus Penduduk (SP), juga diingatkan agar menghimbau Warga yang berdomisli di kampung namun berada diluar, dan juga warga yang tidak diakui oleh kepala kampung, tetap didata karena pihak BPS pelaksanaan kegiatan ini yang di hitung adalah populasi, dan jumlah penduduk kabupaten raja ampat.

Sementara itu, kepala Seksi Statistik Bidang Sosial (BPS) Raja ampat, Derek Mandowen, mengatakan, bahwa guna mensukseskan kegiatan sensus penduduk yang di laksanakan selama 1 bulan itu pihaknya berpesan agar petugas SP berperan aktif untuk teliti dalam pengisian dokumen saat Sensus Penduduk masyarakat raja ampat.

“Kepada masyarakat agar petugas Sensus Penduduk ketika menjalakan tugas di lapangan bersedia untuk didata, tidak boleh kuatir selama proses pencacah berlangsung hingga nantinya selesai,”Imbuhnya

“Kami juga tegaskan bahwa, petugas Sensus Penduduk (SP), dalam menjalankan pendataan di tengah masyarakat tidak ada kaitannya dengan momen politik/ Pilkada,”Terangnya

Selain itu, mendukung suksenya petugas sensus Penduduk (SP) saat melakukan pendataan, BPS telah menyiapkan beberapa alat peraga dan perlengkapan diri yaitu berupa Rompi, Alat Perlindungan diri (APD) protokol covis19, sehingga moment pelaksanaan SP 2020 dilaksanakan dapat berjalan dengan aman dan lancar. [DM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *