Tambrauw ”Branding“ Wisata Alam Selanjutnya Di Papua Barat

SORONG, gardapapua.com — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI), melalui Deputi Pengembangan Produk dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Ir. Rizki Handayani, MBTM mengatakan, bahwa pasca terjadi covid19, dilingkup dunia wisata sudah terjadi juga perubahan karakter wisatawan baik manca negara ataupun nusantara.

Hal itu dikatakannya, saat memberikan poin – poin gambaran dalam rangka mengoptimalkan potensi destinasi wisata alam di kabupaten tambrauw, melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan penyusunan pola perjalanan ekowisata Birdwatching di kabupaten tambrauw, bertempat di Hotel Vega, Sorong Kota, kamis (20/8/2020).

“Yang dulu orang sering pergi secara ramai – ramai ke tempat ramai, sekarang orang cenderung berminat pergi ke tempat yang memberikan nilai atau memperkaya jiwa dan bukan saja pikiran, nah inilah perubahan – perubahan tersebut. Dulu orang berwisata untik bersenang – senang, atau berkreasi. Namin kini tempat wisata yang berkaitan dengan Alam tak jarang banyak dicari karena memberikan warna pengalaman, eksperien wisata atau mencari pembelajaran. Sehingga saya lihat bahwa papua barat adalah destinasi yang benar – benar dapat memberikan pengamalan berwisata dialam,”Ujar Ir. Rizki Handayani, MBTM.

Menurutnya, sangat kental daerah papua barat menyajikan destinasi wisata flora dan fauna yang luar biasa pemandangannya. Secara khusus, mudah ditemui dikawasan tambrauw karena alamnya, sehingga keunikan dan keaslian, yang ditampilkan dalam suasana berwisata alam begitu khas nantinya.

Sehingga, tak heran jikalau kabupaten tambrauw, pantas disebut sebagai salah satu kabupaten yang memiliki potensi wisata alam untuk dikembangkan dalam konsep ekowisata konservasi lingkungan.

” Jangan kemudian menjadi hilang potensi ini, karena kerifan lokal dan masyarakat adat ini jangan sampai hilang, karena itulah yang menjadi keunikan di tanah papua. Supaya ‘branding’ inilah yang nanti dikiatkan untuk dipromosikan, karena sangat bagus melalui konsep konservasi ini, karena market kedepan, adalah sarana yang baik untuk mempromosikan hal ini, sehingga branding ini (identitas/merk,red) jangan sampai hilang,”Ujarnya

” Dan kami ingin melihat bagaimana nanti bapak (Bupati Tambrauw,red) ingin mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan, pariwisata yang berdasarkan konservasi lingkungan,”Tambahnya menyebutkan

Sehingga kedetangannya bersama – sama dengan tim Kemenparekraf, dan tim national geografi, seketika usai meliput kondisi alam tambrauw, seketika balik nantinya dapat bercerita tentang apa yang ada ditambrauw dan sekitarnya.

” Karena ketika berbicara pariwisata maka tidak bisa dibatasi dengan batas administratif. Kita mesti melihat bahwa ini sebagai sebuah koridor di papua barat mulai dari kota sorong, kabupaten sorong, tanbrauw sampai dengan ke manokwari ibukota provinsi papua barat,”Sebutnya

Sehingga, hal tersebut merupakan suatu koridor pariwisata yang harus juga di dorong bersama, berdasarkan masing – masing keunikan daerah dan kearifan lokal daerah – daerah yang ada di papua barat.

“Ini nantinya akan memperkuat papua barat secara keseluruhan, masing – masing di papua barat. Sebelumnya, berdasarkan FGD secara online yang belum lama ini dibuat membuat saya tambah yakin karena tambrauw memiliki potensi luar biasa jikalau dikembangkan,”Cetusnya

Dengan demikian, melalui program dan visi serta misi yang sudah di godok oleh pemerintah daerah kabupaten tambrauw, kedepannya tambrauw dapat semakin menonjol keunikan wisata destinasi alamnya.

” Ini tugas bersama. Sehingga perlu kita saling mendukung, stakeholder terkait dan masyarakat dapat bersama mendukung bupati selaku kepala daerah, agar tujuan sasaran pengembangan dari ekowisata dapat berjalan maksimal, sesuai dengan target dan mempunyai manfaat kepada masyarakat,”Tandasnya. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *