Pandemi Covid-19, Tambrauw Terapkan Metode Belajar Daring dan Luring

TAMBRAUW, gardapapua.com — Kepala dinas pendidikan kabupaten tambrauw Agustinus Lewerisa didampingi Tenia kurniawati, M.Pd, selaku kasie kurikulum dan penilaian bidang SMP kabupaten tambrauw menjelaskan, bahwa selama pandemi Covid-19, seluruh sekolah di Kabupaten Tambrauw melakukan proses Belajar Dari Rumah (BDR). Baik menggunakan dengan metode Daring (dalam Jaringan(, maupun Luring (Luar Jaringan).

” Jadi proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru tetap dilaksanakan pada tanggal 13 Juli itu sudah serentak se indonesia, karena berdasarkan kalender pendidikan nasional,”Ujar Tenia kurniawati, M.Pd, kamis (9/7).

Hanya pelaksanaan pembelajarannya ini yang setiap daerah berbeda-beda, untuk daerah yang berada dalam zona hijau bisa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka di kelas (dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan) tetapi yang berada dalam zona kuning, orange dan merah tidak diperbolehkan melaksanakan belajar tatap muka di sekolah tetapi masih BDR.

Di kabupaten tambrauw walau berada dalam zona hijau, tetapi proses pembelajaran masih dilaksanakan secara PJJ (pembelajaran jarak jauh) baik secara luring maupun daring.

Beberapa wilayah di kabupaten Tambrauw sudah bisa mengases internet, misalnya senopi maka dipersilahkan oleh dinas pendidikan melakukan pembelajaran secara daring. tetapi kalau tidak bisa dengan asumsi tidak semua anak serta orang memiliki sarana yang bisa mengases internet (HP) maka dipersilahkan untuk sekolah menggunakan metode luring.

Walau belajar secara luring siswa BDR tetap dengan arahan guru, jadi belajarnya siswa tidak dilepas begitu saja. guru tetap harus melakukan kontrol, arahan, dengan pmberikan penugasan agar pembelajaran tersebut memang terstruktur berdasarkan kurikulum nasional.

Adapun teknik penugasan yang diberikan guru ke siswa bisa dilakukan dengan tiga pilihan pertama, guru mendatangi rumah-rumah siswa untuk memberikan penguatan serta penugasan, kedua orang tua siswa datang ke sekolah untuk mengambil penugasan, ketiga siswa datang ke sekolah untuk mengambil penugasan (jika siswa mengambil penugasan di sekolah, maka ada beberapa syarat yang dinas sudah wajibkan yaitu protokol kesehatan harus dipenuhi, pengaturan jarak meja dikela maksimal dalam satu kelas hanya 10 anak, dan harus ada shift dimana tidak diperkenankan seluruh siswa bertemu dihari serta waktu yang sama, sekolah harus membuat jadwal untuk menghindari kerumunan siswa, dan saat dikelas siswa tidak belajar hanya menerima informasi, arahan tentang penugasan dengan waktu tidak boleh lebih dari satu jam).

Pembelajaran di Kabupaten Tambrauw masih BDR hal ini berdasarkan arahan dan hasil koordinasi dengan ketua gugus tugas (gustu) kabupaten Tambrauw, bahwa untuk memaksakan proses belajar mengajar bertatap muka di sekolah masih sangat berisiko tinggi.

” Menurut koordinasi dengan Gustu kita masih akan resiko jika membuka sekolah. Dengan asumsi bahwa daerah tambrauw ini berada di tengah – tengah wilayah perbatasam daerah sorong dan manokwari yang merah. Sehingga jika dibuka, dikuatirkan siswa bisa terpapar covid.

Sehingga dinas pendidikan masih tetap membuat aturan bahwa proses belajar mengajar, masih dilaksanakan secara PJJ atau pembelajaran jarak jauh dengan menerapkan dua metode yaitu daring dan luring,”Paparnya

Meski demikian, untuk penerapan sistem pembelajaran Daring (Dalam Jejaring) pelaksanaannya tidak memaksakan disesuaikan dengan kondisi wilayah, guru, anak dan orang tua.

” Metode daring ini bisa terjangkau sementara misalnya daerah senopi, ayabogiar, Fef, distrik Mpur sudah ada internet. Jadi kita persilahkan pihak sekolah yang mau laksanakan proses belajar mengajar namun tidak memaksakan karena juga melihat kondisi orang tua dan anak yang tidak semuanya menggunakan android atau HP, jadi kalau memang bisa silahkan, namun kalau tidak bisa maka kami sarankan harus bisa menjalankan sistem metode luring. dengan penerapan metode luring ini diharapkan guru-guru proaktif mengadaptasi kurikulum, mengembangklan media dan strategi pembelajaran agar pembelajaran pada masa pandemi bisa berjalan dengan baik. kami juga meminta dukungan orang tua untuk bisa mendampingi putra putrinya saat BDR ini karena pembelajaran tidak bisa berhasil jika hanya diserahkan kepada guru saja, harus kerjasama yang baik dari sekolah dalam hal ini guru, siswa, orang tua, karena BDR ini memang solusi terbaik untuk keselamatan masyarakat di Tambrauw,”Tukasnya. [FR/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *