Ketua Perindo Bintuni Sebut, Incumbent Petrus Kasihiw Mengkhianati Visi – Misi ??

JAKARTA, gardapapua.com — Ketua DPD Perindo Kabupaten Teluk Bintuni, Edison Orocomna, mengungkapkan alasannya tidak lagi mendukung pasangan petahana Petrus kasihiw-Matret Kokop pada Pilkada kabupaten Teluk Bintuni tahun 2020 dan lebih memilih pasangan Ali Ibrahim Bauw-Yohanis Manibuy.

Hal ini tegas diungkapkan oleh Melalui konfrensi pers yang digelar koalisi partai pendukung pasangan Ali Ibrahim Bauw-Yohanis Manibuy yang dihadiri Ketua Partai Partai Perindo Edison Orocomna, wakil ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Teluk Bintuni Rahman Pagama, Ketua DPD Partai Amanat Nasional Arobi Kokop, Ketua DPW PAN Provinsi Papua Barat Rahmat C Sinamur, serta pasangan calon Ali Ibrahim Bauw dan Yohanis Manibuy, bertempat di salah satu hotel di jakarta, selasa (23/6/2020).

Edison yang pada pilkada Teluk Bintuni tahun 2015 menjadi pendukung utama pasangan Petrus Kasihiw- Matret Kokop kala itu, menyatakan bahwa pasangan petahana setelah menjabat tidak menjalankan pemerintahan sesuai harapan masyarakat dan mengkhianati visi-misi yang disampaikan kepada konstituen selama kampanye dahulu. Hal inilah yang mendasari dirinya tidak lagi mendukung pasangan petahana.

“Di sana ada jadi pertanyaan kenapa tidak mendukung Kembali incumbent. Saya pernah berjanji di atas panggung dulu, kalau bapak dua tidak memberikan yang terbaik buat masyarakat, saya akan lawan bapak berdua dan hari ini saya jawab. Kenapa saya jawab, karena visi misinya tidak dijalankan, mengkhianati visi misinya, tidak seperti yang masyarakat harapkan. Mungkin seperti itu”Paparnya

Mengenai alasan mengapa lebih memilih Ali Ibrahim Bauw dan Yohanis Manibuy, Edison mengungkapkan bahwa itu adalah aspirasi konstituen perindo juga masyarakat bintuni secara umum. Disamping itu, sejak awal Perindo berdiri di Bintuni, dukungan dan support secara politik justru diberikan oleh Ali Ibrahim Bauw dan Yohanis Manibuy, alih-alih Petahana yang notabene Pembina partai politik di daerah.

“Perindo, dari awal di Bintuni tidak ada kompensasi sebagai pembina parpol kepada perindo, yang selalu memberikan motivasi, dukungan politik adalah bapak Ali Ibrahim Bauw dan Bapak Yohanis Manibuy, degan demikian saya wajib mengembalikan itu. Itu yang pertama. Yang kedua, saya dengan teman-teman perindo di kabupaten memberikan keputusan bapak berdua atas dasar aspirasi rakyat. Dengan demikian harapan saya bapak berdua yang jadi,”Tandasnya. [Rls/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *