Pemerintahan Distrik Merdey Salurkan 500 Paket Bantuan Pangan Tahap II

TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Sebanyak 1500 paket bantuan pangan dasar kebutuhan bahan pokok (bapok) tahap II telah disalurkan lagi oleh Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui pemerintahab distrik Merdey.

Kepala Distrik Merdey, Yustina Ogoney,SE, dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Jumat (29/5/2020), menjelaskan, bahwa sasaran pembagian sebanyak 500 paket pangan itu adalah kepada masyarakat kurang mampu yang berada di 25 kampung di wilayah pemerintahan distrik merdey.

” Jadi itu jumlahnya 300 paket sembako dari pemda di tambah dengan 200 paket sembako dari pemerintah distrik merdey jadi total 500 paket sembako, dan disalurkan ke 25 Kampung sedistrik merdey,”Ungkap Kadistrik, Yustina Ogoney, SE.

Kesempatan itu, Yustina lalu menghimbau kepada warga sedistrik Merdey, untuk tetap bersyukur dan menerima segala bentuk bantuan yang sudah di usahakan pemerintah dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan dasar masyarakat, seperti Beras, Tepung Terigu, Minyak Kelapa, Gula dan kebutuhan bapok lainnya seperti supermi dan daun teh serta telur.

” Saya selaku kepala distrik d pedalaman moskona menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Bpk Bupati Teluk Bintuni telah mengirim sembako tahap II melalui kami pemerintah distrik dan sehingga sembakonya telah kami salurkan sampe di tangan masyarakat yang berada di gunung, lembah, di pingiran sungai dan d pedalaman,”Imbuhnya

Sembari menambahkan, bahwa khusus untuk wilayah distrik merdey, semua kepala keluarga telah mendapatkan bantuan tersebut. Sehingga, kepada masyarakat diminta untuk dapat mengikuti anjuran pemerintah sebagaimana telah diinstruksikan untuk dipatuhi.

“Himbauan saya selaku kepala distrik kepada masyarakat agar tetap dirmh tetap jaga stamina. keluar rumah tetap mnggunakan masker, rajin cuci tangan dan jangan lupa berkebun sambil menunggu virus ini berakhir/sesuai petunjuk pemerintah,”Paparnya.

Menyinggung beberapa kendala – kendala yang dihadapi, Yustina membeberkan, bahwa sejauh ini adalah masalah transportasi barang. Sebab, dalam pendistribusian pihak distrik harus menggunakan jasa pikul barang dan menggunakan perahu untuk menyeberangi kali karena belum terbangun dengan merata jembatan penyeberangan penghubung beberapa kampung di diatrik Merdey.

” Kendalanya di masalah transportasi bongkar barang di pelabuhan karena belum ada jembatan, dan kendala kedua adalah penyaluran dari ibukota distrik ke kampung-kampung itu ada yang menggunakan perahu, dan ada disalurkan dengan berjalan kaki (butuh tenaga pikul) dan dalam distrik kami gunakan ambulance dan gerobak,”Sebutnya

“Saya mengapresiasi kebijakan bupati kepada kami para kepala distrik sehingga bisa menggunakan anggaran padat karya yang tahap I untuk membelanjakan sembako tahap I untuk di bagikan pada masyarakat,”Tukasnya menambahkan. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *