Ini Tanggapan Bung Anisto, Sikapi Pernyataan Ketua NasDem Telbin Terkait Surat Tugas DPP Golkar

MANOKWARI, gardapapua.com — Menanggapi pemberitaan di media online papudalamberita.com edisi 01 April 2020 dengan tajuk “Pilkada Bintuni, Piet-Matret terima surat tugas DPP Golkar”, Ketua DPD Partai Golkar Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy angkat bicara.

Melalui siaran persnya, kamis (2/4/2020), Ketua DPD Partai Golkar tingkat II Teluk Bintuni lalu menyampaikan beberapa hal-hal point penegasannya, menanggapi isi surat Nomor : B-198/GOLKAR/III/2020 yang di tandatangani pada tanggal 20 Maret 2020 tersebut perihal penetapan sementara Calon Kepala Daerah Kabupaten Teluk Bintuni dengan syarat dan penugasan dari Partai golkar, sebagaimana ditandatangani oleh Ketua Umum DPP GOLKAR airlangga Hartato dan Sekjen Lodewijk F Paulus, sebagaimana telah dimuatkan pada media online tersebut.

Isi point pernyataan itu diantaranya :

1. Bahwa Surat Tugas sebagaimana termuat dalam papuadalamberita.com secara fisik belum pernah saya terima selaku Pemimpin Partai GOLKAR di Kabupaten Teluk Bintuni, jika melihat isi surat tersebut jelas ditujukan kepada saya (Ketua DPD Partai GOLKAR Kabupaten Teluk Bintuni);

2. Bahwa adalah tidak etis secara politik ketua Nasdem Teluk Bintuni memberikan pernyataan atas sebuah proses internal di partai GOLKAR yang mana surat tersebut kalaupun benar adanya adalah produk organisasi partai GOLKAR dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) kepada pimpinan partai di daerah, jikalau surat tersebut memang benar adanya dan ditujukan atau ditembuskan kepada yang bersangkutan barulah yang bersangkutan boleh mengeluarkan pernyataan/opini atas surat itu;

3. Bahwa sepanjang pengalaman saya menjadi anggota dan kader partai GOLKAR dan sepanjang pengalaman saya mengikuti PILKADA dari partai GOLKAR terminologi “surat tugas” tidak pernah dikenal apalagi peta politik di Teluk Bintuni partai GOLKAR telah memenuhi syarat untuk mengusulkan pasangan calon (5 kursi), secara politik surat tugas lazimnya diberikan oleh partai yang tidak memenuhi perolehan 20% kursi legislatif untuk mencari koalisi sehingga tercukupi syarat pencalonan minimal 20% tadi;

4. Bahwa perlu saya sampaikan, 5 kursi yang diperoleh partai GOLKAR adalah dengan keringat dan kerja keras seluruh jajaran pengurus DPD Partai GOLKAR kabupaten Teluk Bintuni, yang secara terang benderang dilapangan pada saat Pemilu legislatif berhadap-hadapan dengan partai Nasdem sebagai partai penguasa di Teluk Bintuni, maka kalaupun benar surat tugas itu justru diberikan kepada partai Nasdem yang jelas-jelas ingin menggerus perolehan elektoral dan perolehan kursi partai GOLKAR pada pemilu yang lalu, saya mewakili seluruh elemen anggota dan kader partai GOLKAR di Teluk Bintuni ingin menyampaikan belasungkawa terhadap tewasnya hati nurani dan nalar pimpinan Partai GOLKAR di Pusat;

5. Bahwa sekali lagi kalaupun benar adanya surat tugas itu, maka perlu pimpinan DPP ketahui masa depan partai GOLKAR di Teluk Bintuni sangat ditentukan oleh momentum politik ini, saya masih sangat percaya sebagai kader yang sudah 3 kali pemilu bekerja untuk memajukan partai GOLKAR di Teluk Bintuni sehingga partai GOLKAR selalu menempati kursi pimpinan tiba-tiba apresiasi justru diberikan kepada non kader akan menjadi preseden buruk dan sudah barang tentu kader-kader lain akan berpikir kembali untuk berjuang bersama partai GOLKAR;

6. Bahwa mekanisme penjaringan bakal calon kepala daerah, sesuai petunjuk pelaksanaan DPP Partai GOLKAR telah kami laksanakan dan patuhi dengan membuka kesempatan untuk semua termasuk ketua Nasdem Teluk Bintuni sendiri, namun tidak pernah Ketua Nasdem menunjukkan itikad baik untuk secara fisik datang mendaftarkan diri baik di Kabupaten, Provinsi dan DPP;

7. Bahwa sebagai bagian dari partai pengusung utama Presiden Bapak H. Ir. Joko Widodo kami kader partai GOLKAR di daerah memahami betul situasi sosial poltik dan ekonomi nasional yang sedang berfokus pada penanggulangan wabah Covid-19 yang menghantam ekonomi nasional begitu keras, ditengah situasi keprihatinan nasional ini hendaknya kita semua memfokuskan diri membantu upaya pemerintah dan presiden dalam melawan penyebaran Covid-19 ini dan mengesampingkan dahulu urusan politik partisan dan sektoral sehingga sangat disayangkan pernyataan ketua Nasdem Teluk Bintuni yang juga Bupati Teluk Bintuni tidak menunjukkan keprihatian terhadap situasi saat ini dan justru mengurusi kepentingan politiknya yang bisa berpotensi mengganggu stabilitas politik di daerah;

8. Kepada seluruh kader dan simpatisan partai GOLKAR di kabupaten Teluk Bintuni untuk tetap tenang menyikapi perkembangan politik saat ini, bahwa perjuangan politik kita belum berakhir hanya karena pernyataan Ketua Nasdem Teluk Bintuni, dan kalaupun benar adanya surat tugas yang diklaim oleh ketua Nasdem teluk bintuni tersebut adalah bukan surat yang dapat digunakan untuk pemenuhan syarat pencalonan mendaftarkan diri di KPUD Teluk Bintuni.

Demikian kutipan point penegasan oleh Ketua DPD Partai GOLKAR Kabupaten Teluk Bintuni tersebut. [Rls/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *