Masjid Djami Merdeka Mulai Direnovasi, Begini Harapan Jemaah

MANOKWARI, gardapapua.com — Masjid Djami Merdeka Manokwari, resmi menjalani peremajaan pembangunan kembali.
Menurut Ketua pembangunan masjid djami merdeka, Aljabar Makatita, disela kegiatan melihat perombakan gedung masjid Djami Merdeka, Sabtu (5/10/2019) menerangkan, bahwa tampilan masjid yang dibangun kali ini sebagai bentuk rasa syukur jemaah.

Selain itu, kondisi fisik bangunan sudah cukup lama keberadaannya dan tidak lagi memenuhi standar kebutuhan masyarakat setempat dengan kondisi sekarang. Juga agar dalam meningkatkan fungsi masjid Djami Merdeka, Manokwari, sebagai rumah 0ibadah dan tempat pembinaan umat melalui pendidikan islam usia dini.

” Masjid Djami Merdeka, mesjid tertua di Kabupaten Manokwari, kami dari panitia pembangunan sudah siap bekerja merenovasi bangunan lama mesjid ini,”Ucap Ketua pembangunan masjid djami merdeka, Aljabar Makatita.

Oleh sebab itu, selaku panitia tim renovasi minta dukungan seluruh umat muslim di Manokwari, untuk bersama dapat mendukung renovasi pembangunan gedung masjid yang baru.

” Mesjid jami merdeka ini, adalah mesjid tertua di Manokwari. Melihat tuntutan saat ini maka seyogiayanya melalui renovasi pembangunan gedung mesjid jami ini dapat terus mencerminkan presentasi nilai – nilai budaya dari mesjid – mesjid yang ada di Manokwari,”Ungkapnya

Makatita berharap, pemerintah Manokwari dan provinsi papua dapat turut mendukung dan memberikan perhatian kepada pembangunan mesjid Djami – Merdeka ini secara berkelanjutan.

” Kami ungkapkan terima kasih pada bupati manokwari yang mana pda tahun anggaran 2019 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 1 M untuk mengawali proses pembangunan ini,”Ungkap Makatita

Ditambahkan, bahwa hingga terselesainya renovasi pembangunan mesjid Jami merdeka ini, panitia pembangunan membutuhkan anggaran pembangunan yakni Rp. 10 miliar.

” Kami dari panitia sangat mengharapkan dana bantuan dari umat, donatur, hamba ALLAH, untuk mendukung suksesnya berdiri gedung masjid ini yang hingga selesainya nanti dapat menampung kurang lebih sekitar 1000 jamaah,”Pungkasnya

Ketua pembangunan masjid djami merdeka, Aljabar Makatita berharap ada bantuan dari berbagai pihak, baik moril ataupun secara materi,

“Kami sebagai ketua panitia dan pengurus sangat mengharapkan dukungan dari berbagai pihak baik moril maupun materi agar supaya masjid tersebut secepatnya dapat terselesaikan. Bantuan yang diberikan kami sangat menghargai Adapun rekening panitia No.4958-01-023061-53-3, Bank BRI,  an. Panitia pembangunan Masjid Djami Merdeka,”Tukasnya.

Dikutip dari laman website bimasislam.kemenag.go.id, berdasarkan catatan, berdirinya tempat ibadah umat muslim ini tak lepas dari sejarah datangnya para pelaut dan pedagang Islam dari Kesultanan Tidore.

Salah seorang Antropolog dari Universitas Indonesia, Koentjoroningra, dalam laporannya mengatakan, bahwa dari cerita rakyat dan informasi dari Tidore, pada abad ke-15, Biak telah menjadi wilayah Kesultanan Islam Tidore.

Lebih lanjut sebuah Manuskrip tulisan tangan berbahasa Tidore yang ditemukan di Manokwari menceritakan bahwa pada tanggal18 Agustus 1812, Sultan Tidore bernama Danu Sayid Muhammad Alting dan adiknya bernama Danu Muhammad Hasan, didampingi oleh Tolawa marwa (wazir kesultanan), telah mendarat di Pulau Mansinam di Manokwari Papua Barat.Meski demikian tidak dapat diketahui secara persis sejarah berdirinya masjid ini, namun diyakini ini merupakan mesjid pertama yang dibangun di kota Manokwari dan tidak tahun berdirinya.

Hingga pada tahun 1947 mesjid ini sudah menempati lokasinya sekarang berkat penyerahan tanah wakaf dari salah seorang warga.

Sebelumnya, mengawali rangkaian renovasi pembangunan masjid djami merdeka, Jumat (4/10/2019) malam, oleh pengurus masjid/ tamir dilaksnakan tahlilan syukuran dan pembacaan doa bersama pihak keluarga besar tanah wakaf dan keluarga imam masjid djami merdeka – Manokwari. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *