Dinkes Raja Ampat Yakini, Capaian Penyaluran BOK Sesuai “Target“

WAISAI, gardapapua.com — Sekretaris dinas Kesehatan kabupaten Raja Ampat, Petrus Meokbun, SKM.,MM, pihaknya meyakini bahwa dengan telah disosialisasikan dan di Advokasi pada lintas sektor tentang mekanisme penyaluran dana bantuan operasional kesehatan (BOK), maka di pastikan penggunaan dana BOK di jajaran dinas kesehatan Raja Ampat dapat sesuai capaian target.

Demikian diungkapkannya, saat menutup dengan resmi kegiatan sosialisasi dan Advokasi lintas sektor tentang mekanisme penyaluran dana bantuan operasional kesehatan (BOK) Tahun 2019, pada selasa (6 /8/19), malam bertempat di Penginapan Cormansiwin, Waisai, kabupaten Raja ampat.

” Rangkaian sosialisasi yang telah diikuti oleh 19 puskesmas, sedangkan 5 Puskesmas masih dalam proses registrasi ke kementerian kesehatan republik indonesia, atau sementara telah menggunakan Surat Keputusan (SK) Bupati dan melakukan izin operasional, diharapkan dapat memahami dengan baik aturan penyaluran dan penggunaan dana BOK,” Ungkapnya.

Adapun 5 Puskesmas yang dimaksudkan adalah Puskesmas Yensawai, Puskesmas Yenanas, Puskesmas Samate, Puskesmas Kalobo, Dorekar puskesmas induk nantinya diharapkan dengan jumlah dana tersebut dapat membiayai operasional puskesmas lainnya.

Terkait dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), sesuai instruksi atau petunjuk dari Bupati juga, bahwa puskesmas yang baru di lantik kepala-Kepala puskesmasnya, segera dinas kesehatan menyalurkan dana Pemerintah berupa dana Bantuan operasional Kesehatan (BOK) untuk pelayanan kesehatan di wilayah kerja 19 Puskesmas.

Sebelumnya, sesuai informasi dihimpuj media ini, dalam minggu ini, dana Bantuan Operasional Kesehatan akan di salurkan kepada masing-masing puskesmas, yang di terima langsung oleh Kepala puskesmas dan bendahara.

Dan harapannya kepada kepala-kepala puskesmas yang akan menerima dana BOK tentu mengikuti, aturan sesuai petunjuk Tehnis yang sudah di terapkan secara nasional dari kementerian kesehatan republik indonesia.

” Jadi juknisnya ada sehingga Pengeluaran dana, tentunya berdasarkan juknis itu, hingga sampai ke pengawasan di lapangan dan pelaporannya pun akan di kroscek terus,”Bebernya

” Kami juga ada tim pengawasan dari dinas kesehatan yang sudah di bentuk, dan tidak menutup kemungkinan dinas kesehatan juga akan mendapatkan dukungan pengawasan dari pihak inspektorat daerah kabupaten Raja ampat, agar kegunaan dana ini tepat sasaran dan di rasakan masyarakat,”Tuturnya menutup. [DM/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *