KONI Papua Barat, Masih Butuh Dana Miliaran untuk Pra PON dan PON 2020 Papua

MANOKWARI, gardapapua.com — Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, Daud Indouw, berharap, pemerintah daerah Provinsi Papua Barat dapat mendukung pendanaan untuk pelatihan untuk persiapan baik Pra PON dan PON Papua tahun 2020.

Menurut Daud, meski pihaknya pada tahun 2019 telah mendapatkan suntikan dana hibah APBD sekitar Rp. 35 miliar, namun sesuai estimasi nilai anggaran yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan semua keperluan dari Cabang Olahraga (Cabor) masih dinilai minim.

” Sebagai ketua harian KONI papua barat saya menyampaikan bahwa kita punya anggaran minim. Jadi jangan kita bicara peralatan dulu, mau TCC saja kita hitung – hitung tidak mampu. Jadi kita liat bantuan KONI kita kemarin oleh pemprov Papua Barat sudah dihibahkan melalui APBD sebesar Rp. 30 Miliar berdasarkan hasil pleno dan ada penambahan Rp. 5 miliar, jadi total Rp. 35 miliar, namun sesungguhnya ini kita masih membutuhkan biaya,”Ungkap Daud Indouw, kepada wartawan, di Manokwari, selasa (16/7/2019).

Lajut Daud, bahwa dengan anggaran sekitar itu, maka jika dihitung – hitung belumlah efisien dan memenuhi segala unsur kebutuhan yang ada.

” Satu cabor saja itu, kalau mau dihitung belanja keperluan perlengkapan maka mencapai Rp. 1 Miliar sekian. Itu berdasarkan berbagai RAB usulan yang kami terima. Salah satunya seperti cabor dayung, jika dipenuhi maka sangat besar biayanya, “Jelasnya

” KONI baru pertama kali Pleno terbuka untuk umum. Kita punya hibah yang dikasih itu ada Rp. 30 Miliar, dan ditambah Rp. 5 Miliar sesuai kebijakan ketum KONI. Dari nilai itu sudah kita bagi Rp. 20 Miliar untuk Puslatda, Rp. 5 miliar kita bagi ke pengprov Cabor dan semua atlit, dan Rp. 5 miliar sisanya untuk operasional kepengurusan harian KONI Papua Barat, “Ucapnya menambahkan

Dimana dalam pleno Hibah tahun anggaran 2019 terkait pembelanjaan perlengkapan cabor, berdasarkan nilai anggaran yang telah dihibahkan, pihaknya mengakui belum dapat memasukan anggaran peralatan, karena minimnya anggaran. Padahal mestinya, jika ingin masuk dalam kesiapan Pra PON dan PON, tentulah harus diimbangi ketersediaan kelengkapan alat cabor.

” sebab tentunya tujuannya adalah, dalam rangka mempersiapkan atlit dan memperbiasakan atlit menyesuaikan kondisi alat yang hendak digunakan, “Terangnya

Sehingga, sangat mengharapkan pada dorongan Anggaran APBD-P dapat terjawab, agar sisa kebutuhan anggaran biaya yang diperlukan dapat mencukupi serta memenuhi segala biaya cabor pengprov dan para atlit tersebut.

” Kita mengharapkan agar di perubahan atau APBD tahun 2020 sudah ada dorongan masuk bantuan dari pemerintah provinsi Papua Barat, dalam hal mendukung penuh Pra PON dan PON ini,”Tukasnya

” Jadi memang semua atlit bukan hanya 1 atlit atau cabor, dan memang saya mau sampaikan bahwa dana kita masih minim. Idealnya dana yang dibutuhkan itu sekitar Rp. 70 – 80 miliar,”Sambungnya membeberkan.

Dimana hingga kini dari 34 Cabor ada sekitar 30 Cabang Olahraga (Cabor) yang telah mengikuti Puslatda Pra PON XX tahun 2020 atau telah lulus verifikasi atau dinyatakan siap, sementara 3 cabang lainnya belum dinyatakan terverifikasi dan satu lainnya tidak ikut verifikasi, yaitu :

Sembari menambahkan, bahwa jika pihaknya mendapatkan dukungan kekurangan pendanaan biaya, maka sangat memungkinkan kesiapan para atlit dan cabor pengrov menjelang Pra PON dan PON 2020 semakin lebih baik.

” Jadi sementara kami usulkan dan dorong sisa kepenuhan biaya ini. Sehingga jika direalisasikan maka kita akan cepat mendorong para cabor pengprov yang telah diverifikasi atau yang sudah dinyatakan siap, agar membelanjakan perlengkapan dan persiapan atlitnya lebih memadai, “Tukasnya [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *