Unik, di Tambrauw Dana Desa T.A 2019 Cair Tahap Pertama dan Kedua

SAUSAPOR, gardapapua.com — Pemerintah kabupaten Tambrauw melaui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung telah melakukan pencarian dana desa (kampung).

Uniknya pada pencarian tahun anggaran 2019 ini, pemerintah langsung mencairkan dana tersebut tahap pertama dan tahap kedua.

” Kemarin tanggal 11 Juni 2019, Dana Desa di Kabupaten Tambrauw sudah bisa cair. Kita langsung mencairkan tahap pertama dan tahap kedua,”Ujar kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung, Tunggul Panjaitan di Sausapor, (11/7) kemarin.

Kegiatan pencairan turut dibarengi sosialisasi terhadap pencapairan dana desa kemarin, Kadin PMPK Kabupaten Tambraue Tunggul Panjaitan menjelaskan, bahwa pencarian langsung tahap pertama dan tahap kedua yang dilakukan pemerintah daerah bukan tanpa alasan.

Dijelaskannya pencairan tahap pertama sebesar 20% yaitu sekitar 150 juta, dengan melihat kondisi kabupaten tambrauw yang mempunyai medan yang cukup sulit sehingga dengan anggaran Rp. 150 juta, dana tersebut akan habis dibiaya transportasi, maka dengan demikian pemerintah mengambil kebijakan untuk mencairkan tahap dua.

” Kita sudah koordinasi dengan satgas dana desa, mereka katakan tidak ada masalah, selama penggunaan dana tersebut sesuai program yang telah dimasukkan,” ungkapnya.

Dengan demikian, Tunggul menyampaikan bahwa bagi desa yang telah melakukan pencairan dana tersebut, agar digunakan sebaik mungkin. Karena tahun anggaran ini, pemeriksaan akan lebih ketat.

” Pada tahun, satgas akan melakukan pemeriksaan begitu berjalan dua bulan,” tahun tim satgas akan turun lapangan melakukan pemeriksaan, begitu berjalan dua bulan. Jadi saya harap kepala desa serius menggunakan anggaran tersebut,”Tegasnya

Sementara itu, Sekda Kabupaten Tambrauw Engelbertus Kocu, S.Hut, MM menambahkan bahwa untuk pencairan tahun ini sudah tidak adalagi pemotongan Rp. 10 juta. Ia juga tegas mengatakan, bahwa terkait adanya pemotongan – pemotongan biaya seperti yang di beritakan dan telah berlangsung dirinya pun tidak mengetahui sebelumnya.

” kita baru tau, setelah ada pemeriksaan, bahwa ternyata di desa itu ada pendamping, kita berharap dana tersebut dikelola dengan baik, agar tidak ada masalah, dan juga tidak ada namanya pemotongan,” Tandasnya [FR/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *