“Gratis” Di Klinik Pratama Kasuari BNN PB, Pecandu Narkoba Bakal Dibuat Begini

MANOKWARI, gardapapua.com — Sejak dibuka pada tahun 2016, Klinik Pratama Kasuari pada Badan Narkotika Nasional Papua Barat (BNN PB) membuka layanan rawat jalan bagi pengguna atau pecandu Narkoba.

Kabid Rehabilitasi BNNP Papua Barat (dr. Arianta Damanik, selasa (18/6) kemarin menyatakan, bahwa layanan rawat jalan bagi pengguna atau pecandu Narkoba adalah rangkaian program kerja BNN diseluruh kantor perwakilan se indonesia, adalah dalam rangka menekan semakin banyaknya para pengguna atau pemakai narkoba dapat terlepas dari jeratan obat – obat terlarang.

” Di Papua Barat telah berdiri Klinik Pratama Kasuari sejak tahun 2016 dan membuka layanan rawat jalan bagi pengguna atau pecandu Narkoba. Melalui Kegiatan Pra HANI tahun 2019 ini dan melalui pembagian Leaflet, brosur tentang Rehablitasi di Papua Barat kami harap masyarakat dapat memahami tugas BNN dalam melayani masyarakat, “Ucap Kabid Rehabilitasi BNNP Papua Barat dr. Arianta Damanik.

Dimana beberapa rangkaian kegiatan pra hani yang telah dilakukan oleh BNNP Papua Barat Bidang Rehabilitasi yakni dengan melakukan Pembagian Leaflet, Brosur tentang Rehablitasi di Papua Barat dalam rangka Pra HANI Tahun 2019 yang dipimpin oleh Kabid Rehabilitasi dr. Arianta Damanik dan jajaran anggota.

“Tujuan dari kegiatan ini agar masyarakat umum mengetahui cara- cara atau langkah dalam rehabilitasi dan siapa saja yang harus di rehabilitasi, serta manfaatnya jika dilakukan secara baik dan mengikuti mekanisme yang ada, “Tukasnya

Sembari menambahkan, bahwa melakukan rehabilitasi di BNNP Papua Barat tidak dipungut biaya dan apabila melaporkan diri/ dilaporkan keluarga maka identitas akan dilindungi dan tidak akan dipenjara.

“Kepada para pecandu agar tidak takut untuk datang ke klinik ini. Sebab, bagi pemakai yang datang dengan kesadaran penuh ingin sembuh, tidak akan dijerat pidana,”Himbaunya

” Yang penting ada niat dan kemauan untuk dapat terbebas dari jeratan obat terlarang. Selain itu bentuk dukungan keluarga sangat diperlukan dalam mendukung para pasien nantinya, “Tandasnya. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *