Ops Ketupat Mansinam 2019 Dinilai Manjur, Gangguan Kamtibmas Menurun

MANOKWARI, gardapapua.com — Keberhasilan Operasi Ketupat tahun 2019 pada jajaran dan wilayah hukum Polda Papua Barat dinilai manjur berjalan baik, dan menurunkan angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Baik yang ditimbulkan karena Penyakit Masyarakat (Pekat), ataupun yang terjadi atas faktor lainnya.

Hal itu dapat dilihat dari menurunnya angka gangguan Kamtibmas yang terjadi di wilayah tersebut dari 58 kejadian pada tahun 2018 menjadi 47 kejadian pada tahun 2019 atau turun sebanyak 19 persen.

Demikian diungkapkan oleh Wakapolda Papua Barat Kombes Pol Tatang, saat jadi irup dalam apel konsolidasi operasi ketupat mansinam 2019 di Lapangan Upacara Mapolda Papua Barat, Kamis (13/6).

Apel tersebut dilakukan dalam rangka mengakhiri Operasi Ketupat Mansinam 2019 dan persiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres di Mahkamah Konstitusi yang akan berlangsung pada Jumat (14/6).

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs Herry Rudolf Nahak melalui sambutanya yang dibacakan oleh Wakapolda Papua Barat Kombes Pol Drs. Tatang menyebut, analisa dan evaluasi terhadap penyelenggaraan ketupat Mansiman-2019 menunjukan tingkat keberhasilan yang sangat baik.

Suasana Adpel Konsolidasi Ops Ketupat Mansinam 2019.

Ini tak terlepas, dari kordinasi dan kerjasama sinergitas seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan operasi ketupat ini juga mendapat apresiasi positif dari publik.

“Hal tersebut ditandai dengan tidak adanya aksi serangan teror, dapat ditekannya ganguan kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat dari 58 kasus tahun 2018 menjadi 47 kasus tahun 2019, tidak adanya kasus intoleransi maupun kekerasan antar kelompok, serta terpeliharanya stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat,”Sebut Kombes Pol Tatang ketika memimpin apel tersebut.

Tidak hanya itu, angka kecelakaan lalu lintas selama waktu mudik dan balik dari 25 kejadian pada tahun 2018 menjadi sembilan kejadian pada tahun 2019 atau turun sebanyak 64 persen, serta menurunnya angka Kematian akibat Lakalantas dari tiga orang menjadi dua orang.

“Hal ini dapat dicapai berkat dari upaya dan kerja keras apatat TNI-Polri, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, serta para pemangku kepentingan yang telah mengerahkan segenap sumber daya personel maupun materil dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”Ungkap Tatang.

Terkait sidang PHPU yang akan berlangsung pada Jumat besok, Tatang mengingatkan jajaranya agar tetap melaksanakan tugas kepolisian dalam rangka mengantisipasi pihak-pihak yang menginingkan kerusuhan di wilayah itu.

“Meskipun sidang akan dilaksanakan di Jakarta Ibukota Negara. Namun, kita di wilayah tidak boleh lengah dan tetap melaksanakan kegiatan kepolisian dalam rangka antisipasi adanya pihak-pihak yang menginginkan terjadinya kerusuhan di Papua Barat dan Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia,”Tegas Tatang.

Adapun guna menciptakan situasi yang kondusif selama sidang PHPU Pilpres dan Pileg Kabupaten, maka perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi dengan mengajak seluruh masyaraat berbangsa dan bernegara Kesatuan Republik Indonesia untuk menolak ajak kerusuhan, menolak tindakan anarkhis, menolak segala bentuk provokasi, ujaran kebencian, penghasutan, kedengkian, dan dendam serta ajaran radikal dan berita hoax, demi terpeliharanya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam bingkai kesatuan Bhinneka Tunggal Ika.

“Semoga segala upaya dan kerja keras yang telah didarmabhaktikan akan memiliki arti yang sangat penting bagi kehidipan berbangsa dan bernegara, serta menjadi amal ibadah bagi kita dan mendapatkan balasan terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa,”Tutup Tatang. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *