Bertemu Anisto, Ini Tangisan Ungkapan Seorang Ibu : ” Enhorak vei I ufen fo rang i suhut il wal wahid “

Klik Tautan Video Dibawah Ini, Like & Subscribe :

TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Beberapa bagian keluarga, basudarah, pribadi asal Kei, dikabupaten teluk bintuni akhirnya menyatakan dukungan kepada Yohanis Manibuy (Anisto).

Dukungan yang dimaksud adalah melihat ingin adanya perubahan dikabupaten teluk bintuni kedepan, dalam hal pembangunan harus lebih merata dan membangun tanpa adanya sekat (pembatasan,red) diantara sesama keluarga kei dan masyarakat suku – suku lainnya dikabupaten teluk bintuni.

Ini diungkapkan, karena melihat garis keturunan Yohanis Manibuy (Anisto) yang merupakan seorang anak laki – laki (Yenan baran,red) yang di lahirkan dari rahim perempuan kei asal yaf avun (kei kecil,red).

Lampiran B.1 KWK DPP PPP

Selain itu, melihat jalan perjuangan Sang Millenial yang tengah membuka pemahaman tentang politik yang benar dan santun dalam ajang jelang pilkada 2020 serentak khususnya dikabupaten teluk bintuni. Yohanis Manibuy (Anisto) juga merupakan kandidat yang diketahui telah siap untuk maju sebagai salah satu kandidat calon wakil bupati berdasarkan jumlah dukungan partai dan rekomendasi B1.KWK, yaitu Partai PPP sebanyak 2 kursi, Partai PAN 1 kursi, dan dukungan Partai Perindo atas 3 Kursinya. Sehingga dipastikan, bermodalkan total 6 kursi itu, Anisto dan pasangan calon bupatinya yakni Ali Ibrahim Bauw, meyakini bahwa mereka dua hingga berita ini dirilis, merupakan pasangan calon (paslon) yang telah sangat siap untuk mendaftarkan diri ke KPU Teluk Bintuni.

Lampiran B.1 KWK DPP PAN

“Kita harus bersama berpikir agar bagaimana caranya anak kita ini dapat menjadi regenerasi selanjutnya. Kita harus menghormati silsilah darah itu. Dan perlu di ketahui bahwa orang kei hanya berjuang untuk bagaimana menjaga martabat seorang saudara perempuan dan batas tanah,”Ujar Harun Wowotubun, selaku salah satu orang tua kei diteluk bintuni, saat mengutarakan beberapa untaian kalimat dalam pertemuan itu di kampung lama, selasa (21/7/2020).

Lampiran B.1 KWK DPP PERINDO

Disela kegiatan pertemuan itu juga, tangisan ungkapan seorang ibu diutarakan Susi Naraha. Pengutaran itu diluapkan, karena melihat adanya ketidakadilan yang dirasakannya dan keluarganya saat berjalan bersama dengan sosok pimpinan daerah yang selama ini dianggap adalah sosok saudara laki – laki (Urang Baran,red) Petrus Kasihiw, yang berasal dari garis keturunan bapak, di Kampung Ngabup, kei kecil.

” Dalam beberapa waktu lampau kami keluarga ini merasakan hal yang seharusnya saudara kami bisa membantu kami. Namun yang kami rasakan saat itu adanya sekat – sekat. Tapi tidak apa – apa semuanya ada waktu. Itulah yang saya ungkapkan dan nasehatkan kepada anak laki – laki saya saat itu, karena saat itu anak laki – laki saya seperti tak punya arah atas permasalahan yang dialaminya,”Ungkap Susi Naraha

Sementara itu, Yohanis Manibuy (Anisto), selaku seorang anak laki – laki (Yenan baran,red) kesempatan itu lalu menyampaikan banyak terima kasih atas kesempatan yang telah di berikan baginya untuk merekatkan keluarga kei dan suku – suku lainnya diatas tanah sisar matiti, kabupaten teluk bintuni.

” Saran dan masukan sebagaimana telah diutarakan saya sangat berterima kasih atas hal itu. Saya anggap nasihat ini adalah sebagai suatu kepercayaan yang saya letakan di atas pundak saya, karena saya juga merupakan bagian dari seorang anak laki – laki dari kei. Harapannya atas doa dan dukungan inilah kedepan teluk bintuni dapat mengalami perubahan lebih baik, “Tukas Anisto. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *