Begini Respon Bupati Pegaf, Sikapi Keluhan Tunggakan Kontrakan Mahasiswa

MANOKWARI, gardapapua.com — Terkait dugaan adanya keluhan belum terbayarkannya rumah kontarakan para mahasiswa asal Kabupaten Pegaf yang berstudi di luar daerah, salah satunya di kota studi Yogyakarta, Bupati Pegunung Arfak (Pegaf), Yosias Saroy akhirnya angkat bicara.

Menurut Bupati, bahwa keluhan yang diungkapkan salah satu pengurus mahasiswa melalui pesan berantai WA hingga di Posting di Sosial Media, telah diterimanya.

Menanggapi hal itu, Bupati Saroy menegaskan, akan segera memanggil beberapa pihak terkait untuk mengklarafikasi keluhan penyampaian para mahasiswa tersebut, sekaligus akan mengkroscek kembali jumlah para murni mahasiswa asal pegaf yang sedang berstudi di beberapa lembaga universitas tinggi diluar daerah.

” Saya akan berbicara khusus dengan dibagian keuangan dulu hari ini secepatnya dan kita akan selesaikan dalam waktu dekat ini,”Ucap Bupati Pegaf Yosias Saroy, kepada gardapapua.com, di Aston Manokwari, Senin (6/5/2019).

Menurut dia, terdapat sekira 2000 lebih jumlah mahasiswa asal Kabupaten Pegaf yang berstudi di luar daerah tersebar di beberapa kota di fakultas universitas di indonesia. Namun dari jumlah tersebut, diakuinya terdapat jumlah data mahasiswa yang sesungguhnya bukan berasal dari Kabupaten Pegaf.

” Tapi data ini tidak akurat juga, meski saya sudah kirim Tim untuk turun dan tinjau dikota -kota studi juga hasil sama. Sebab ada beberapa nama yang justru bukan berasal murni sebagai mahasiswa asal pegaf tapi ada masuk. Seperti manokwari, dan mansel juga. Sampai saat ini saya sudah bentuk tim, tapi tidak akurat makanya saya tidak percaya ini baik,”Cecarnya mengakui.

” Saya sendiri tidak tahu permainannya di mana antara tim yang turun ke kampus – kampus yang ada diindonesia ini, ataupun pengurus kampus yang kasih masuk data saya belum kroscek baik,”Ungkapnya menambahkan.

Ia lalu menegaskan, akan melakukan langkah kebijakan kedepannya dan tetap akan menyelsaikan tunggakan – tunggakan ini, dan tentang beasiswa mahasiswa pihak Pemda akan segera mengevaluasi jumlah data tersebut.

” Kami pihak pemda akan melakukan kajian dan evaluasi dari sejumlah dana yang telah disiapkan sebesar Rp. 4 miliar ini, apakah telah tepat sasaran ataukah belum tentang bantuan kepada mahasiswa asal kabupaten pegaf. dan kita memang akan mengupayakan kesiapan asrama kepada para mahasiswa yang berstudi diluar daerah, ”Tutupnya. [Ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *