Sebelum Makan Pinang dan Jualan, Mari Ke TPS 17 April 2019

MANOKWARI, gardapapua.com — Himbuan untuk menggunakan hak pilih secara baik dan benar serta mencegah rusaknya surat suara tidak dapat terpakai, relawan demokrasi (relasi, red) Manokwari, gelar sosialisasi tatap muka bersama masyarakat.

Ajakan untuk menahan diri 30 menit tidak memakan buah pinang agar masuk ke bilik suara di setiap Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang ada, adalah hal diingatkan para relasi kpu manokwari kepada warga dikesempatan itu.

Tatap muka sosialisasi ini dilaksanakan oleh tim relasi demokrasi KPU Manokwari basis Agama, Netizen, Pemuda dan Pemula, Jumat (29/3/2019) sore sekira pukul 16.00 wit berlangsung di halaman rumah kepala kampung Binirauw (Tanah Merah Indah), Distrik Manokwari Barat, Manokwari.

” Bapak – bapak/ Ibu, kaka dorang kita kasi ingat untuk hari rabu 17 april 2019 itu tidak ada golput. Datang coblos dulu baru kita pasar jualan dan makan pinang dan sebagainya, itu hari libur nasional, dan hari penentuan kita pu suara tentukan pemimpin negeri yang harapan dapat membawa perubahan, “Papar Yohanis relasi Netizen saat memberikan gambaran penjelasan tersebut.

Pemungutan suara Pemilu 2019 akan berlangsung pada Rabu, 17 April 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus berupaya agar partisipasi pemilih bisa ditingkatkan.

Saat tim relasi KPU Manokwari menjelaskan Spesimen Kertas Suara

Melalui gencaran sosialisasi kepada masyarakat itu sejumlah hal yang harus diperhatikan bagi pemilih pemula kembali diingatkan dan disampaikan para relasi KPU Manokwari. antara lain, pemilih akan mendapat lima surat suara ketika mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) terdiri atas surat suara Pilpres, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), DPR tingkat I, dan DPRD tingkat II.

” Selain kita jangan golput, jangan cuma karena kena ludah pinang sedikit saja, kita punya kertas suara rusak padahal kita sudah coblos spesimen suara itu dengan benar, “Pesan para relasi KPU Manokwari.

Disaksikan oleh bapak kepala Kampung Binirauw (Tanah Merah Indah) Puncak Soribo, Distrik Manokwari Barat Charlos Nuham, dan perwakilan warganya dari jumlah 100 KK dikampung itu mengharapkan, agar kiranya penyampaian ini bukan saja penyampaian dalam bentuk materi sosialisasi oleh tim relasi, namun perlu adanya sikap dari keterlibatan KPU Manokwari juga memberikan sosialisasi berupa simulasi secara baik dan benar tata cara pencoblosan dengan dus/kotak suara.

” Kami sebenarnya sangat apresaisi kunjungan tim relawan ini, namun kami harap baiknya KPU tolong turun kemari dengan alat simulasi cara pencoblosan yang baik dan benar, karena pemahaman masyarakat ini berbeda kami harap KPU Manokwari bisa mendengar aspirasi ini, “Tukasnya

(Red/Relasi KPU Manokwari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *