Jumat Barokah : Gempa 6,1 M Guncang Manokwari, Warga Muslim Tetap Sholat Berjamaah

Klik Tautan Video Dibawah Ini, Simak Selengkapnya :

MANOKWARI, gardapapua.com —Gempabumi tektonik M 6,1 mengguncang Kota Manokwari dan wilayah sekitarnya, Jumat (28/12/2018) sekira pukul 12.35 WIT menyisahkan beberapa hal menarik dan kepanikan tersendiri bagi sebagian warga di kota Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Titik Lokasi Gempa

Meski Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi yang memiliki kekuatan M6,1 dengan Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,58 LS dan 134,12 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 km arah selatan Kota Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Propinsi Papua Barat pada kedalaman 50 km (update), sesuai pantauan gardapapua.com di lapangan, sebagian besar warga muslim di beberapa mesjid dan mushola tetap menunaikan sholat berjamaah di Ibadah Jumat Barokah.

Salah satunya adalah mesjid yang justru terletak di bagian pinggiran pesisir laut atau dapat menjadi daerah dampak langsung Gempa Tsunami yakni Mesjid Al – Hazannah, kampung nelayan,Kompleks Borobudur, Kelurahan Padarni, Kabupaten Manokwari.

Sholat Berjamaah sebagian warga kp. Nelayan Borobudur Masjid Al-Hazanah

Sementara pantauan lainnya, beberapa warga yang pernah di baluti traumatik gempa di 17 Februari 1996, 8.2 skala richter dan Gempa Bumi Manokwari, Januari 2009, 7.6 Skala Richter memilih untuk mengungsikan dirinya ke tempat daerah ketinggian.

Ibu Salmiah, warga borobudur, Manokwari.

Ibu Salmiah salah satu warga yang panik berlarian kepada gardapapua.com, Jumat (28/12/2018) mengatakan, kepanikan yang dialami ini bukan sekedar isu atau pengaruh orang lain, namun karena dirinya tak mau menjadi bagian dari korban bencana bila benar terjadi melanda Manokwari.

” Karena kami telah liat beberapa peristiwa di telivisi dan kami tidak mau terjadi, apalagi sebelumnya di wilayah borobudur pada tahun sebelumnya telah kena dampak langsung gempa ini, kami memilih untuk waspada menunggu informasi resmi pihak terkait,”Ucapnya

Kepanikan sejumlah warga terhadap gempa M 6,1 di Manokwari, Jumat (28/12) ft/ian

Sementara itu, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG RAHMAT TRIYONO, S.T., Dipl. Seis, M.Sc mengutip relaesenya menjelaskan, Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi 6,1 M yang terjadi berpusat di Kabupaten Manokwari Selatan, tepatnya di daerah Momiwaren merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar Yapen.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh sesar mendatar (strike slip fault), dan tidak berpotensi Tsunami.

Dampak gempabumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) dan informasi dirasakan menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Manokwari IV MMI, Ransiki III- IV MMI, Bintuni II-III MMI, Wasior II – III MMI, dan Sorong II MMI

” Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 10.18 WIB, Hasil monitoring BMKG ada aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 2 kali. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,”Tukasnya.

Sementara itu, beberapa laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut masih dihimpun tim redaksi gardapapua.com, dilapangan untuk diberitakan kemudian. [che/ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *