Bunyi Serupa ‘BOM’ Polres Manokwari Sita Meriam Besi Warga Di Soribo

Klik Tautan Dibawah Ini, Simak Selengkapnya :

 

MANOKWARI, gardapapua.com — Sebanyak 10 buah Meriam Pipa Besi milik warga kampung soribo Manokwari disita aparat kepolisian.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi kepada Gardapapua.com, Kamis (20/12/2018) diruang kerjanya mengungkapkan, tindakan penyitaan ini dilakukan, lantaran salah satu permainan tradisional jenis bunyian itu, telah salah di gunakan oleh sebagian oknum masyarakat jelang momentum perayaan Natal 25 Desember 2018 dan Tahun Baru 1 Januari 2019.

” Langkah penindakan ini kami lakukan karena ada sekelompok warga pemuda di kompleks kampung soribo salah menggunakan jenis permainan tradisional bunyian ini, dan menggangu kenyamanan limgkungan sekitar, terlebih yang dalam suasana sedang perayaan ibadah natal 25 desember 2018,”Ucap Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi (ft/ian)

Kapolres Erwindi merincikan, dari 10 buah jenis meriam besi yang disita aparat kepolisian unit patroli sabhara Polres Manokwari terdiri dari 4 Buah meriam pipa besi dengan diameter sekitar 15 – 20 cm, panjang 4 meter, dan pipa besis diamater 10 cm panjang 4 meter sebanyak 6 buah berikut bahan dasar campuran bunyian yakni Karbit.

” Ini bunyinya sangat besar, serupa BOM apalagi ini dipasang di atas gunung kampung soribo itu. getaran yang dihasilkan juga lumayan luas,”Tegasnya

Polisi saat tiba di lokasi Kmp. Puncak Soribo

Sembari menjelaskan, efek negatif dan membahayakan pengguna yang memainkan bunyian meriam dengan dasar tumpuan pipa besi itu dalam waktu panjang dan salah mencampur karbit sebagai bahan bunyian, dapat menimbulkan ledakan yang mampu memecahkan pipa besi sehingga mengancam nyawa penggunanya sendiri.

” Jadi kalau pakai berkepanjangan resiko lebih besar. Karena itu pakai karbit, ketika pecah sangat fatal. Serpihan besi itu bisa kemana – mana dan malah bisa jadi ‘Bom’ bagi diri sendiri,”Jelasnya.

Ia pun berharap, peran serta orang tua dan masyarakat disetiap lingkungan tempat tinggalnya turut mengawasi berbagai jenis bunyian permainan tradisional yang dimainkan oleh sebagaian anak – anaknya, demi keselamatan dan keamanan dan ketertiban semua pihak. [ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *