Barang Elektronik Rusak, PLN Bintuni Tak Bertanggung Jawab

MANOKWARI, gardapapua.com — Pelaksana Harian, Supervisi Administrasi dan Pelayanan Pelanggan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT. PLN (Persero) Bintuni, Hasan Maulana menegaskan, terkait tudingan masyarakat terhadap skema kerusakan sejumlah barang Elektronik Milik pelanggan yang di klaim rusak akibat sering adanya pemadaman aliran listrik di Kabupaten Teluk Bintuni, bukan menjadi tanggung jawab pihak PLN, dalam hal ini PLN Sub Rayon Bintuni.

“Belum ada yang bisa membuktikan bahwa kerusakan barang elektronik milik warga adalah akibat pemadaman,”Tegas Pelaksana Harian,Supervisi Administrasi dan Pelayanan Pelanggan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT. PLN (Persero) Bintuni, Hasan Maulana, ketika diwawancarai oleh Media Ini, Selasa (18/12) di ruang kerjanya.

Sebab menurutnya, bisa saja sejumlah kerusakan beberapa barang elektronik milik warga seperti contoh Televisi, Lemari Pendigin, AC dan sebagainya itu dikarenakan jumlah arus Tegangan yang tidak normal ketika pemakaian genset oleh masyarakat atau generator lampu lainnya sebagai alternatif, yang mana pengeluaran voltase listrik tidak sesuai atau tidak mampu menyuplai kebutuhan alat elektronik yang sensitif terhadap perubahan tegangan.

Sehingga disarankan, masyarakat yang menggunakan Genset berupaya mengetahui stabiliser tegangannya menggunakan jenis genset telah dilengkapi dengan AVR (automatic voltage regulator) agar tegangan yang dihasilkan stabil.

Meski disisi lain, masyarakat tetap mengklaim bahwa kerusakan barang elektronik adalah akibat seringnya terjadi pemadaman yang tidak terjadwal dengan baik.

Ia melanjutkan, Permasalahan Listrik Di Kabupaten Teluk Bintuni diharapkan akan segera membaik mengingat saat ini Umat Kristiani khususnya dan Warga Teluk Bintuni pada umumnya tengah mempersiapkan diri untuk menyongsong hari besar keagamaan Natal 25 desember 2018 dan Tahun Baru 1 Januari 2019.

” Namun apakah normal atau sebaliknya masih belum ada kepastian mengingat pihak PLN sendiri belum bisa memberikan keterangan secara resmi dan pasti soal normalnya listrik, namun tetap diupayakan,”Imbuhnya

Salah satu jaringan listrik di bintuni kala diperbaiki. (doc.pln/ist)

Meski demikian pula, Hasan menjelaskan, terdapat beberapa prediksi diklaim pihak PLN Sub Rayon Bintuni dapat memberikan kemungkinan jika kondisi listrik di Teluk Bintuni kembali normal. Hal ini dibuktikan pihaknya dengan telah berupaya melakukan kontrol dan menerjunkan semua teknisi kelapangan guna mempercepat waktu perbaikan di sejumlah titik terminal suplai, agar masyarakat dapat menikmati listrik dengan normal di masa perayaan Natal 25 Desember 2018 dan Tahun Baru 1 Januari 2019, yang kini masih dideraikan waktu pemadaman bergilir alias surat cinta PLN bagi Pelanggan listrik di Bintuni.

“Kami optimis listrik bisa normal jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Namun, prediksi kami bisa saja meleset kalau terjadi faktor lain seperti fenomena alam. Sebab sangat sulit untuk kami bisa memperbaiki jaringan SKTM sesuai yang diharapkan,”Jelas Hasan.

Adapun diketahui, bahwa pada saat pertemuan antara Pemda Teluk Bintuni dan PLN Wilayah Papua dan Papua Barat pada Oktober 2018 lalu, dihadiri General Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, J.A. Ari Darmono dan Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT, serta jajaran pihak PLN sendiri telah mengklaim, jika kondisi listrik di Bintuni dipastikan normal bahkan sebelum perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. [nic/ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *