Soal Kejurnas Selam Mansel, Ketua Koni PB : “Honor Panitia Itu Tanggung Jawab Pelaksana”

MANOKWARI, gardapapua.com — Menanggapi pernyataan LBH -Gerimis Papua Barat, yang disampaikan Direktur LBH – Gerimis Yosep Titirlobi, Ketua Harian KONI Papua Barat Daud Indouw angkat bicara.

Hal ini menyikapi tudingan bahwa KONI Papua Barat tidak menangani secara baik pembinaan atlit di Papua Barat menuju PON 2020 secara baik, serta menyatakan bahwa opsi isu tentang dugaan penyalahgunaan anggaran pelaksanaan kejurnas selam di Mansel, bukan sepenuhnya tanggung jawab KONI Papua Barat.

” Jadi kalau sebut KONI Papua Barat tidak perhatikan atlit itu salah. Karena kami selama kegiatan selalu adil memberikan hadiah dan Hak atlit sesuai,”Ucap Ketua KONI Papua Barat Daud Indouw.

Selain itu, tentang pelaksaan kejurnas selam di Mansel itu, adalah sepenuhnya kewenangan dan pantauan tanggung jawab KONI Kabupaten, dan selain itu pelaksanaan kemarin meski mengatasnamakan Papua Barat, namun pelaksanaan Kejurnas itu adalah dalam rangka HUT Mansel ke 6. Dan tudingan penggunaan dana sebesar Rp. 1 miliar pun tidak ada tembusan atau diketahui oleh KONI Papua Barat.

” Hingga hari ini saya belum terima tembusan pelaporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran itu dan bahkan nilainya. Jadi kalau ada bahasa dana itu cair atau dipergunakan Rp. 1 Miliar siapa yang cairkan? karena KONI PB tidak mengeluarkan dana sebesar itu, mungkin kewenangan Kabupaten Mansel terkait bertepatan HUT Mansel saya tidak mengetahui hal itu secara pasti karena belum ada tembusan kesaya,”Ungkap Ketua Harian KONI Papua Barat Daud Indouw, melalui via telpon seluler, Senin (17/12/2018) malam.

Sementara terkait isu hak pembayaran honor Panitia belum diberikan dalam pelaksanaan kegiatan Kejurnas yang dihelat 16 – 18 November 2018 oleh POSSI Papua Barat selaku tuan rumah dalam rangka kegiatan menjaring atlit pada turnamen PON 2020 mendatang sekaligus perayaan HUT Mansel ke 6, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak panitia pelaksana.

” Contoh kemarin waktu kejurda atau kegiatan KONI yang lain honor atau apapun itu tidak pernah kami tahan. Jadi tentang hal ini, adalah tanggung jawab panitia pelaksana. Jikalau ada yang merasa keberatan dan tidak puas silahkan ajukan sesuai mekanisme supaya bisa tau siapa yang kerja tidak baik,”Cetus Daud Indouw.

Daud Indouw juga membeberkan, hingga kini telah terdapat 34 persatuan Cabor di bawah naungan KONI papua barat, yang hingga saat ini terkait segala bentuk pelaksanaan kegiatan bukan dibatasi, namun tentu menyesuaikan jumlah pagu anggaran.

Sementara itu, Ketua POSSI Papua Barat Markus Waran melalui sambungan selulernya 08124xxx05xx, redaksi belum mendapatkan respon baik terkait hal ini. [cep/ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *