Ini Penjelasan Penggunaan Anggaran Kejurnas Mansel, Yosep Titirlobi Apresiasi Keterbukaan Panitia POSSI PB

MANOKWARI, gardapapua.com — Pengurus Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Papua Barat melalui Raymon Ramandey selaku Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaaraan Nasional Selam Tahun 2018 di Oransbari, Mansel 16 -18 November 2018 angkat bicara.

Ini diungkapkannya saat memberikan sejumlah keterangan klarfikasi, kepada Gardapapua.com, selasa (18/12/2018), dikediamannya Manokwari, terhadap isi muatan pemberitaan sebelumnya “LBH Gerimis Instruksikan, Penggunaan Dana Kejurnas Selam Mansel Perlu Di Audit”, sebagaimana disampaikan Direktur LBH – Gerimis dinilainya tidak berdasarkan Fakta dan Data akurat.

” Anggaran yang diterima oleh Panitia tidak diberikan sekaligus sesuai dengan jumlah kebutuhan dalam proposal, anggaran diserahkan bertahap, sehingga penyelesaiannya juga bertahap, salah satunya honor panitia, juga diselesaikan bertahap, karena masih ada dalam daftar tunggakan yang belum terbayarkan dan masih dalam proses mengupayakan anggaran untuk menjawab tunggakan yang belum diselesaikan. Semuanya lengkap ada tercatat dalam Laporan pertanggungjawaban Panitia. Anggaran yang di terima BUKAN DARI KONI PAPUA BARAT,”Tegas R. Ramandey.

RAB Jumlah Anggaran Kejurnas Selam POSSI PB, di Mansel.

Selain itu, yang berhak meng-audit penggunaan anggaran adalah Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, karena semua anggaran sebesar Rp 789,997,000 yang telah dicairkan bertahap sebanyak empat kali dan telah dipergunakan itu, merupakan aliran Dana diterima langsung dari Ketua POSSI Papua Barat, Markus Waran ST,MSi dari tottal nominal nilai anggaran sebesar Rp. 1.422.087.000 dari nilai proposal yang diajukan Rp. 1.779.685.000 sehingga selisih dana dari proposal Rp. 357.598.000.

” Laporan pertanggungjawaban jelas dan lengkap dan siap dipertanggungjawabkan. Sampai dengan selesainya kegiatan dan sampai dengan press release ini saya sampaikan BELUM ADA DANA DARI KONI PAPUA BARAT Terkait proposal kegiatan, data dari mana yang menjadi dasar sehingga Yosep Titirolobi menyebut angka 1 Milyard????. Uang yang dimaksud oleh Yosep Titirolobi, dicairkan oleh institusi mana????, Siapa yang menerimanya???, dan Kapan dicairkan??????. Yosep Titirolobi HARUS dan WAJIB menjelaskannya sesuai informasi keterbukaan publik, supaya masyarakat jelas, jika tidak maka ini sudah masuk dalam PENCEMARAN NAMA BAIK Cabor POSSI Papua Barat dan juga semua yang terkait dengarn Pelaksanaan Kejurnas Mansel Open 2018 Tampilan Mobile Alat,”Jelasnya

Sementara itu, Direktur LBH-Gerimis Yoseph Titirlobi saat dikonfirmasi media ini kembali, mengapresiasi keterbukaan pemaparan penggunaan dana pada pelaksanaan kejurnas selam Mansel 2018 dalam pelaksanaan kegiatan Kejurnas yang dihelat 16 – 18 November 2018 lalu oleh POSSI Papua Barat selaku tuan rumah dalam rangka kegiatan menjaring atlit pada turnamen PON 2020.

Ketua Panitia R. Ramandey

Menyinggung sumber informasi yang dihimpun jajaran pihak LBH – Gerimis adalah berasal dari berbagai himpunan informasi. Baik itu masyarakat, dan pantauan cyber LBH – Gerimis yang bersifat Hak Tolak sebagaimana dijamim juga dalam UU Pers dan KEJ itu sendiri, yang tentunya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta wartawan yang memuatkan hal tersebut telah melakukan tindakan uji kelayakan dan pengelolaan suatu informasi dan juga memberitakan secara berimbang dalam hal ini adalah tindakan Hak Jawab/Koreksi.

Hal ini dimaksudkan Yoseph Titirlobi yang juga berprovesi sebagai advokat dikota sorong, mengatakan agar contoh kasus keterbukaan publik yang telah dilakukan Cabang Olahraga (Cabor) POSSI Papua Barat menjadi hal yang sama harus dilakukan Cabor lainnya dalam atau usai melakukan sebuah kegiatan agenda rutinnya.

” Ini adalah arus keterbukaan publik. Saya apresiasi Pengurus POSSI PB yang telah memaparkan secara jeli dan jelas letak alur penggunaan dana pada kegiatan kejurnas selam beberapa waktu lalu. Selain itu juga, menjadi catatan bagi cabor lainnya agar dapat menyampaikan keterbukaan penggunaan anggaran apalagi bersumber dari dana Hibah atau Bansos baik melalui dana sharing, ataupun kelembagaan dan pemerintahan,”Tegasnya

Yosep Titirlobi yang juga selaku Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kota Sorong itu melanjutkan, Hal ini adalah murni merupakan tanggung jawab semua pihak yang ingin adanya keterbukaan KONI Papua Barat dalam melakukan tugas pembinaan Atlit melalui setiap Cabor apakah telah sesuai, mengingat PON 2020 mendatang telah di depan mata.

” Jadi jikalau tubuh KONI PB dan Para Cabor dapat membenahi baik struktur organisasi didalam, maka selayaknya pemberdayaan pembinaan atlit dan setiap agenda Cabor pun dapat berjalan baik, “Tandasnya [cep/ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *