Peringatan HAM Bukan Identik Dengan Papua Merdeka

MANOKWARI, gardapapua.com — Ketua Gerakan Rakyat Cinta NKRI yang dikenal dengan sebutan Gercin Napoleon Fakdawer mengungkapkan, bahwa kegiatan memperingati HAM bukan saja identik dengan Papua Merdeka, melainkan adalah meminta kepastian dan komitmen Pemerintah untuk turut melibatkan masyarakat Papua dalam pembangunan secara langsung.

Hal itu diungkapkannya saat berorasi di Halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (10/12/2018) dalam momentum peringatan Hari HAM di Tanah Papua.

” Peringatan HAM bukan sekedar dimana kita minta Merdeka. Namun kepada Pemerintah untuk lebih memperhatikan pembangunan Papua dari segi pendidikan, infrastruktur yang menunjang anak-anak Papua. Selain itu, berpihak dan melibatkan Orang Asli Papua dalam pengerjaan pembangunan itu sendiri, sehingga Orang Papua merasa di hargai melalui komitmen pendekatan pemberdayaan Masyarakat, “Ucap Ketua Gerakan Rakyat Cinta NKRI Napoleon Fakdawer.

Dalam deklarasi damai itu juga, Napoleon turut mengajak warga nusantara untuk bersatu mendukung pemerintahan Papua Barat dan tugas Aparat penegakan hukum TNI /Polri.

” Komitmen kita adalah untuk menjaga segala fasilitas seperti rumah sakit, sekolah, Universitas di bidang pariwisata kelautan dan alam yang bukan kegiatan seperti yang di lakukan oleh kelompok-kelompo yang ingin memisahkan diri dari NKRI,”Cetusnya

Kegiatan aspirasi deklarasi damai ini untuk menjaga situasi yang aman dan nyaman bagi keluarga dan generasi penerus bangsa kedepan di Papua Barat. Selain itu, komitmen negara dengan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Papua, adalah hal dan komitmen negara untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakatnya.

” Kami Mengutuk keras pembantaian pekerja jembatan PT.ISTAKA KARYA di Nduga, kami mau aparat TNI/Polri Tindak Tegas Para Pembantai Pekerja, karena telah melanggar HAM, dan Pemerintah tetap melanjutkan pembangunan di Tanah Papua. Selain itu, Kami meminta Pemerintah dari Gubernur bahwa hari HAM bukanlah identik dengan kegiatan”yang mengarah pemisahan dari NKRI namun meminta aksi pembatain pekerja di Nduga Papua di usut tuntas para pelakunya,”Tegasnya

Sementara itu, kegiatan deklarasi damai itu turut di terima Asisten III Pemprov. Papua Barat Raemon R.H Yap, yang dalam amanahnya turut memberikan apresiasi atas pemerhatian kelompok masyarakat dalam memperingati Hari HAM sedunia yang jatuh pada 10 Desember 2018 ini, dan turut mendukung menguraikan dukungan pembangunan kepada pemerintah daerah.

” Saya menyampaikan terimakasih atas aspirasi terkait gambaran pembangunan umum di Papua Barat, kita sepakat bahwa Papua sebagi masyarakat yang damai dan hal yang telah di sampiakan tadi bahwa untuk kebaikan anak bangsa kita. Dan kami juga akan bekerja sama dengan pihak keamanan baik TNI/POLRI untuk menjaga keamanan khususnya di wilayah Papua Barat,”Tandas Asisten III Pemprov. Papua Barat Raemon R.H Yap mengatakan mewakili Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan. [ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *