Sebut Wapres Kalla Keliru, DAP Will III Doberay Ajak Dialog Terbuka

TANAH PAPUA, gardapapua.com — Selain menolak Operasi militer di Kabupaten Nduga, Papua Dewan Adar Papja DAP wil. III Doberay pun menyebutkan bahwa Penyampaian harus ada Operasi besar yang disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla merupakan Pandangan yang keliru dan justru memperkeruh situasi KAMTIBMAS di Tanah Papua.

” Solusi dari Masyarakat Adat Papua adalah Pemerintah segera melakukan Komunikasi Konstruktif dan berkelanjutan untuk melakukan dialog terbuka dengan para pemimpin Papua baik didalam maupun diluar negeri agar mengakhir semua konflik di atas Tanah Papua. Bukan menambah penderitaan Rakyat papua dengan operasi militer,”Tegas Ketua DAP Wil III Doberay Papua Mananwir Paul Finsen Mayor, S.IP, melalui siaran prease reaelesenya, Minggu (9/12/2018), diterima redaksi gardapapua.com.

Selain itu, menurut Mananwir Mayor menjelaskan, Jangan Membangun diatas Reruntuhan. alasannya adalah berbagai elemen masyarakat, akademisi, Pemerhati bahkan NGO internasional mendorong supaya ada penyelesaian masalah-masalah pelanggaran HAM masa lalu yang belum diselesaikan. sebab, ini penyebab utama Kenapa Papua dirundung kemelut aksi kekerasan. menurut LIPI bahwa perlu pelurusan sejarah orang papua dan identitas politik orang papua. ini harus dituntaskan dulu maka persoalan papua dapat menemukan benang merahnya.

” Masyarakat Adat Papua menyampaikan kepada semua pihak baik pemerintah, pemerhati dan aktivis maupun akademisi diluar Papua untuk jangan buat penyataan, Komentar maupun statement di media sosial, cetak dan elektronik untuk memperkeruh situasi di Tanah Papua sebab persoalan Papua tidak bisa dilihat hanya karena kasus Nduga tetapi harus dilihat secara menyeluruh,”Imbuhnya

Mananwir Paul Mayor juga menghimbau semua pihak bahwa bulan suci dimana umat Kristiani merayakan hari besarnya Jangan pemerintah pusat mengacaukan perayaan ini dengan operasi militer karena akan berdampak luas dan membias. [KK/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *