93 Tahun Peradaban Bangsa Papua, Ketua DAP Himbau OAP ‘Jangan Tertidur’

MANOKWARI, gardapapua.com —Memperingati 25 Oktober 2018 sebagai hari Peradaban Bangsa Papua, Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Mananwir Paul Finsen Mayor, S.IP menuturkan, Orang papua jangan tertidur.

‘Tertidur’ dalam artian, Ketua DAP Paul F Mayor mengharapkan, agar dalam melanjutkan dasar ilham dari Sang Khalik, I.S.Kijne yang tiba di Miei pada tanggal 25 Oktober 1925, yakni Aitumeri bukit peradaban orang papua bersama 35 muridnya dari Mansinam untuk memulai misinya mendidik orang Papua secara khusus, patut diperjuangkan dengan rasa syukur dan santun agar Hak – hak adat di atas tanah sendiri dapat di menangkan dalam menjunjung suatu perubahan.

” Peradaban Bangsa Papua diproklamirkan oleh Seorang Rasul Orang Papua yaitu Dominee I.S. Kijne di Aitumeri, Miei- Kab. Wondama pada 25 Oktober 1925. Pada waktu itu beliau mendidik orang Papua dengan Hati yang tulus dan penuh kasih. Beliau sangat menyayangi orang Papua saat itu dan mendidik mereka sesuai talenta dan karunia yang diberikan Tuhan kepada setiap anak-anak Papua. Sehingga sebagai Orang Papua dimasa kini, patut kita bersyukur dan melanjutkan perjuangan dan melestarikan budaya adat disiplin dan santun sebagaimana telah di ajarkan dengan baik,”Ucap Mananwir Paul F Mayor, melalui preasse realesenya, Rabu (24/10/2018) malam.

Dimana dalam pergumulan dan doanya, Kijne kemudian meletakkan dasar peradaban Bangsa Papua diatas batu tersebut. Kijne berkata demikian..” Diatas Batu ini, saya meletakkan perdaban orang Papua, sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi,akal budi dan marifat untuk memimpin bangsa ini, tetapi bangsa ini akan bangkit dan memimpin bangsanya sendiri “.

” Tanah Papua adalah Tanah Yang diberkati Tuhan Yang Maha Kuasa dan menjadi berkat bagi semua orang yang makan dan hidup diatas Tanah ini. sehingga contoh – contoh yang diajarkan baik, mari kita pertahankan,”Imbuh Mananwir, Paul F Mayor.

Salah satu contoh yang patut dituruti seperti Bapak Wempy Kambu. Mananwir Paul F Mayor menjelaskan, Bpk. Wempi Kambu dalam masa hidupnya menjadi Guru dan bertugas dipedalaman Tambrauw sampai masa pensiun yang sangat sabar.

” Hari ini, Orang Papua sudah hidup bersama saudara-saudara suku-suku nusantara diatas Tanah Papua. Orang Papua sebagai Bangsa yang besar dan kaya akan kekayaan Alam maupun Kebudayaannya. Dalam Rangka memperingati Hari Peradaban Bangsa Papua yang Ke -93 Tahun Orang Papua harus merefleksikan diri. Orang Papua harus Berpikir tentang kondisi Orang Papua Hari ini, Esok dan Nanti. Dengan Kondisi yang dialami orang Papua seperti saat ini. Akan muncul Pertanyaan Kemana arah dan tujuan hidup Orang Papua ke depan? diperlukan komitmen yang besar,”Jelasnya

Mananwir Paul F Mayor juga berharap, Kepada Orang Papua sebagai Bangsa yang besar harus Bersatu dan saling mengasihi diantara sesama, sebagai kunci keberhasilan dalam kebersamaan.

” Orang Papua sebagai bangsa yang besar harus menjunjung tinggi adat istiadat serta menjaga harkat dan martabatnya sebagai Bangsa yang sejajar dengan bangsa lain di muka bumi,”Tukasnya

Mananwir juga menghimbau agar kepada Pelaku pembanguan diatas Tanah Papua yakni Pemerintah, Gereja, Investor, LSM dan lain-Lain agar menghargai, menghormati dan menjunjung tinggi Adat dan kebudayaan orang Papua diatas Tanah Leluhurnya sendiri. [ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *