DaerahGarda ManokwariGarda Papua BaratHeadline newsNasionalRegional

Peringatan ke 27 Tahun, Gubernur Dominggus Ajak Hormati Jasa Pendahulu Lanjutkan Pembangunan Papua Barat

MANOKWARI, gardapapua.com – Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan,M.Si., mengingatkan bahwa perkembangan Papua Barat merupakan bagian dari perjalanan panjang seluruh elemen masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat memimpin upacara HUT ke-27 Provinsi Papua Barat di halaman Kantor Gubernur, Manokwari, pada Senin (12/10/2026).

“Kita patut mengingat bahwa perkembangan Papua Barat merupakan bagian dari perjalanan panjang masyarakat adat, pemerintah, tokoh agama, kaum perempuan, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah ini,”Ucap Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan,M.Si.

Oleh karena itu, Gubernur Mandacan mengajak semua pihak untuk menghormati jasa para pendahulu dengan melanjutkan perjuangan mereka melalui kerja nyata, pemerintahan yang bertanggung jawab, serta pembangunan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Gubernur juga menjelaskan, bahwa pembentukan Provinsi Papua Barat memiliki landasan sejarah melalui Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Irian Jaya Barat, yang kemudian memperoleh momentum baru melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2003.

Provinsi ini berkembang dengan terbentuknya pemerintahan definitif dan resmi berganti nama menjadi Provinsi Papua Barat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007.

Selama 27 tahun perjalanan, berbagai kemajuan telah dicapai, mulai dari pembangunan infrastruktur, penyelenggaraan pemerintahan termasuk sukses pemekaran Provinsi Papua Barat Daya, pelayanan pendidikan dan kesehatan, hingga perlindungan lingkungan hidup dan kekayaan budaya.

Di bidang ekonomi, aktivitas usaha dan investasi terus tumbuh dengan modal kekayaan sumber daya alam di sektor energi, kehutanan, pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Capaian pembangunan manusia juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia Papua Barat pada 2025 mencapai 68,48, meningkat dari 67,69 pada 2024. Tingkat kemiskinan turun signifikan dari 21,09 persen pada 2024 menjadi 18,68 persen pada Maret 2026, dengan tingkat pengangguran terbuka 4,19 persen dan gini rasio 0,384 pada Maret 2026.

Meski demikian, Gubernur menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat berpuas diri. Sebab, angka-angka pembangunan harus terus diterjemahkan menjadi perubahan nyata, yaitu melalui anak-anak Papua Barat yang memperoleh pendidikan berkualitas.

“Juga bagi keluarga yang mendapat pelayanan kesehatan layak, masyarakat adat yang terlindungi hak-haknya, serta semakin banyak orang Papua yang memperoleh pekerjaan dan kesempatan berusaha,”Tegasnya.

Hal itu akan diwujudkan melalui tiga program prioritas, yakni Papua Barat Cerdas, Papua Barat Sehat, dan Papua Barat Produktif, sembari terus menjawab tantangan pemerataan pembangunan akibat kondisi geografis, keterbatasan konektivitas, dan kesenjangan akses pelayanan dasar. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *