Bupati Yohanis Manibuy Dampingi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Buka Rakerkesda 2025 di Teluk Bintuni
TELUK BINTUNI, gardapapua.com – Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Papua Barat Tahun 2025, sukses dilaksanakan di mana Kabupaten Teluk Bintuni berkesempatan menjadi tuan rumah.
Kegiatan yang dilaksanakan bertempat di Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati Teluk Bintuni, Distrik Manimeri, pada Selasa (26/8/2025), mengusung tema : “Akselerasi dan Transformasi Kesehatan Menuju Papua Barat”, dibuka langsung oleh Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si. Raker tersebut digelar selama tiga hari, 26 – 28 Agustus 2025.
Dalam penyampaiannya Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan M.Si menyampaikan bahwa Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) merupakan penerjemahan dari RPJMN 2025 – 2029 yang bertujuan agar terwujudnya kesehatan untuk semua dengan indikator yang harus dicapai yakni, peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, pemberian makan gratis untuk pemenuhan gizi, pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, penguatan kapasitas ketahanan kesehatan dan penguatan pelayanan kesehatan dan tata kelola yang harus semakin baik
“Sehingga diharapkan dapat tercapai masyarakat yang sehat dan produktif untuk Papua Barat Emas 2045,”Ucap Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan.
Gubernur Mandacan menegaskan bahwa hak atas pelayanan kesehatan merupakan amanat UUD 1945, sehingga negara wajib hadir dalam menyediakan fasilitas yang layak bagi masyarakat.
Dominggus juga menekankan pentingnya pemberantasan penyakit menular seperti TBC, HIV, dan malaria. Ia mengapresiasi capaian Papua Barat yang meraih penghargaan sebagai Penemuan Kasus TBC Terbaik ke-4 tingkat nasional tahun 2024, namun menilai perlu ada peningkatan angka kesembuhan dan kepatuhan pengobatan.
Selain itu, Gubernur menyinggung program pemeriksaan kesehatan gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, menyebut Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Papua Barat menjadi momentum penting untuk membangun sistem kesehatan yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
“Saya harap forum ini menjadi langkah penting untuk menyatukan langkah, memperkuat strategi, serta membangun sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan,” kata Bupati Yohanis.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Alwan Rimosan, menjelaskan bahwa raker ini bertujuan untuk konsultasi, konsolidasi, dan sinkronisasi program kesehatan yang selaras antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
“Fokus kita adalah memperkuat transformasi layanan kesehatan, mulai dari peningkatan fasilitas, layanan dasar, hingga sistem rujukan yang lebih efektif,” ujar Alwan.
Raker Kesehatan Daerah Papua Barat di Teluk Bintuni diharapkan menghasilkan strategi konkret untuk mempercepat akselerasi transformasi kesehatan, sehingga masyarakat Papua Barat dapat menikmati layanan kesehatan yang lebih baik dan merata. [FY/TIM/RED]
