Di Musim Ombak, Wabup Hasbullah Furuada Minta BPBD Lakukan Hal Ini

KAIMANA, gardapapua.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaimana diminta untuk tidak tidur.

Sebaliknya, diminta untuk segara melakukan koordinasi dengan instansi terkait, dalam hal menyiapkan segala sesuatu yang akan dibutuhkan menghadapi situasi musim angin timur menuju ke barat, dan tingginya gelombang laut sepanjang 7 Bulan, mulai dari Bulan Mei – Desember 2021 nanti.

“Saya ingin hal hal yang tidak kita inginkan benar – benar terjadi. Kita harus bisa tangkal cepat, kecelakaan laut di perairan Kaimana yang kerap terjadi saat musim angin timur menuju ke barat, dan tingginya gelombang laut sepanjang 7 Bulan, mulai dari Bulan Mei – Desember, yang dikenal adalah musim timur oleh karena itu saya himbau agar BPBD sebagai instansi teknis harus sigap dan lakukan hal – hal koordinasi segera dengan pihak lain dan rutin menghimbau atau edukasi masyarakat, khususnya para nelayan saat melaut,”Ungkap Wabup Hasbullah Furuada, diruang kerjanya.

Hal itu dipintanya, mengingat, situasi kaimana ini dikenal dengan dua musim dan yakni Timur dan Musim Barat, dan bukanlah sebagai hal baru bagi masyarakat di Kaimana.

“Saya himbau untuk melaut pun kita harus hati- hati, sebab sering terjadi kecelakaan, ini yang setelah saya sidak di BPBD, saya sampaikan kepada inikan angin timur sudah jalan, jadi harus buat pos pengaduan, dan bangun koordinasi dengan instansi lain seperti Pol air, dan teman teman dari Basarnas, jangan mereka tidur saja,”Ujarnya

Koordinasi itu penting, kata orang nomor dua di jajaran Pemkab Kaimana,” ini penting, supaya ketika kita mendapatkan laporan, kita bisa bertindak lebih siap dilapangan, sebab kalau terburu buru itu juga bisa mengancam keselamatan kita,” katanya

Pada kesempatan itu juga, dirinya secara langsung menghimbau kepada masyarakat, agar selalu waspada dan bila perlu tidak melaut dikala situasi angin dan gelombang tidak bersahabat.

” Sekaligus saya sebagai wakil bupati kaimana mengimbau, saat ini dikaimana sudah musim timur dengan gelombang yang cukup tinggi, jikala kita hendak melaut, baik itu nelayan ataupun masyrakat yang dari kampung mau ke kota dan sebaliknya siapkan semua peralatan yang akan digunakan, dan kalau memang tidak bisa dipaksakan hendaklah tidak melaut,”Tambah wakil Bupati. [JO/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *