Emeyode Minta PAPDI Cermati Pernyataan dr. Feliks Duwit

TEMINABUAN, gardapapua.com —Menanggapi pernyataan yang di keluarkan dokter Feliks Duwit M.Sc.MPH, Sp.PD yang menyatakan bahwa dirinya selaku ketua perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Cabang Provinsi Papua Barat (PAPDI PB) dapat mengatur anggotanya untuk tidak lagi bertugas di Sorong Selatan, menuai tanggapan serius dari Sekretaris LMA Emeyode Kokoda Yohan Bodori,S.Sos.

“Pernyataan ini sangat disayangkan, untuk itu kami selaku warga Emeyode berharap agar Ikatan Dokter Indonesia dan perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia untuk melihat persoalan ini lebih jeli karena pernyataan penyataan dari seorang figure diluar dari kewajaran,”Ungkap Yohan Bodori

Dia sangat menyayangkan ungkapan, dr Felix Duwith selaku dokter spesialis penyakit dalam yang ditayangkan melalui salah satu akun youttube yang mana menyebutkan bahwa Bupati Sorong Selatan telah memberhentikan dirinya sebagai Direktur RSUD Scholoo Keyen sekaligus dr sepesialis penyakit dalam diRSUD Scholoo Keyen Tanpa dasar yang kuat dan sepihak.
“Ini penyataan yang tidak benar adanya. Saya jelaskan bahwa sebelumnya saudara dr Felix Duwith telah mencalonkan dirinya sebagai calon wakil bupati pada pilkada Sorong Selatan pada periode 2020_2025 belum lama ini dan secara resmi telah mengikuti proses tahapan pilkada. Dan semua telah dilalui sesuai mekanisme sehingga untuk memenuhi ketentuan PKPU. Sebagai seorang pegawai negeri harus mengundurkan diri dari status tersebut dan kebetulan pada saat itu dr Felix Duwit juga menjabat sebagai Direktur RSUD Scholoo Keyen dengan demikian pengusulan pengunduran diri atas dasar kemauan sendiri tersebut telah diterimah dan diproses dan sudah diijinkan sesuai keinginan yang bersangkutan dengan demikian atas dasar surat pengunduran diri sebagai Pegawai Negeri tersebulah saat ini dr Felix Duwit bukan lagi sebagai PNS dilingkungan Pemerintah daerah Kabupaten Sorong Selatan,”Jelasnya

“Dalam PKPU aturannya sudah tertera dengan jelas sehingga ststement yang dikeluarkan oleh saudara dr Felix Duwit selaku mantan Direktur RSUD Scholoo Keyen Sangat disesalkan oleh masyarakat Emeyode pada umumnya mengapa?,”Tambahnya dengan nada tanya.

Menurut Yohan, beliau harus menyadari diri bahwa saat ini beliau bukan sebagai direktur RSUD Scholoo Keyen, kabupaten Sorong Selatan melainkan berstatus dokter Spesialis Penyakit Dalam.

“Kami sangat menyesal atas pernyataan yang menyebutkan bahwa kalau dirinya tidak menjabat maka seluruh kiner ja RSUD Scholoo Keyen akan menurun dan saya ingatkan agar jangan membawa -bawa nama masyarakat bahwa masyarakat sorong selatan dirugikan,”Katanya

“Sebagai dokter spesialis kami hargai untuk profesi itu dan profesi itu tetap melekat pada dirinya dan saat ini status beliau bukan sebagai Direktur RSUD Scholoo Keyen lagi dan kami sangat apresiasi jika dirinya hendak membuka Praktek di Sorong Selatan,”Katanya Lagi

Kutipan Kalimat “ Saya akan mengatur Dokter Spesialis lainya dan anggotanya untuk tidak lagi bertugas di Sorong Selatan”, pernyataan ini perlu dikaji lebih dalam Apakah benar seorang Ketua perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Cabang Provinsi Papua Barat diberikan mandat untuk melakukan hal itu. Atau apakah memang demikian garis komando Perhimpunan Penyakit Dalam Indonesia memperbolehkan ketua cabang melakukan hal itu atau Ikatan Dokter Indonesia pun demikian dimohonkan agar menjadi perhatian pihak terkait, khususnya Pengurus perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Sebab pernyataan sikap seperti ini sangat tidak pantas untuk dinyatakan oleh seorang dokter yang adalah garda terdepan melayani masyarakat dalam bidang kesehatan

” Sebenarnya dari awal seorang kandidat sudah siap dengan segala konsekwensinya jika kalah bertarung Dalam PemiluKada tidak menyesal dengan segala keputusan yang telah dilakukanya sebelumnya yaitu salah satunya adalah berani mengambil sikap untuk mengundurkan diri dari PNS diLingkungan Pemda Sorong Selatan dengan jabatan yang diemban pada saat itu yaitu Direktur RSUD Scholoo Keyen,”Tukasnya. [EB/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *