Sekda Sorsel Pimpin Rapat Monev MCP

TEMINABUAN, gardapapua.com — Sekda Sorong Selatan Dance Yulian Flassy,SE.,MSi memimpin rapat monitoring dan evaluasi terkait Monitoring Center For Prevention (MCP) Bertempat di ruang Rapat Kantor Bupati Sorong Selatan, Kamis (13/02/2020).

Hadir dalam rapat ini Plt Kepala Inspektorat Kabupaten Sorong Selatan Yohan Hendrik Kokurule,SE, Kepala BPKAD Kabupaten Sorong Selatan Frans B Kewetare,SE.,MAP, Kepala Bapenda Sorong Selatan, Kepala BP2TSP, Kabag Tata Pemerintahan Hengky Saflafo, SIP, Kasubag Bagian Hukum Setda Sorsel.

Menurut Sekda Sorong Selatan Dance Yulian Flassy,SE, M.Si menjelaskan, bahwa tujuan rapat ini untuk menindak lanjuti rapat KPK dengan Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Bank Papua, bersama Gubernur Papua Barat dan Seluruh Sekda dan Bupati se Provinsi Papua Barat pada Bulan Oktober 2019 di Manokwari akhir Tahun lalu.

Untuk itu pihaknya diminta untuk melakukan Monitoring dan evaluasi terhadap tindakan tindakan korupsi.

Ditambahkanya bahwa Monitoring Center For Prevention ( MCP) merupakan bentuk pencegahan korupsi, sehingga pihaknya akan segera menyampaikan laporan kepada KPK RI dan KPK Papua Barat, Gubernur, Kejaksaan Tinggi dan Dirut Bank Papua.

Dijelaskan juga bahwa dalam waktu dekat akan segera dilakukan Rapat Koordinasi dengan Kasidatum Kejaksaan Negeri Sorong terkait surat kuasa kepada Kejaksaan untuk melakukan pemantauan dan sekaligus melakukan tindakan mengambil alih barang negara agar diserahkan kepada pemerintah daerah.

Dengan demikian juga, kepada seluruh pemilik kendaraan maupun pemilik rumah jabatan milik negara yang tidak berhak diharapkan untuk segera mengembalikan kendaraan dan mengosongkan rumahnya untuk ditempati oleh pegawai pegawai aktif.

“ Dan hal ini akan segera kami lakukan dalam waktu dekat,”Ungkapnya

“Saya menghimbau kepada masyarakat terutama bagi yang tidak memiliki hak kendaraan dan rumah dinas agar segera mengembalikan kendaraan dan mengosongkan tempat,”Pintanya menambahkan.

Dalam pertemuan ini juga dibahas sejumlah hal diantaranya tentang agar segera dilakukan apilikasi online untuk penarikan pajak dan retribusi daerah kerjasama Bapenda Sorsel dengan Bank Papua.

Untuk itu dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan Lounching dan memasang aplikasi online ini dengan Bank Papua di sejumlah Hotel dan Tempat Penginapan dan rumah makan.

“Kami telah memiliki data dan uji petik kami kurang lebih 85 rumah makan dan hotel dan penginapan sebanyak 5 Buah yang disiapkan aplikasi teksnya,”Terangnya

Dijelaskan juga bahwa pembahasan MCP kali ini juga mencakup sejumlah hal diantaranya aset kendaraan roda 2 dan roda 4, PBB, minuman beralkohol apakah dimungkinkan bisa ada di Sorsel, dan juga Insentif tambahan bagi kepala kampung agar tidak dikenakan penarikan pajak.

“Saya berharap agar kedepan tidak terjadi hambatan dalam peningkatan PAD kita dan saya informasikan bahwa target kita PAD ditahun 2019 lalu sebesar 12 Milyar namun berkat kerja keras dari seluruh OPD yang ada maka ditahun 2019 lalu PAD Sorong Selatan melampaui target yaitu sebanyak 18 Milyar,”Imbuhnya [EB/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *