Gubernur Papua Barat Terima Aspirasi Mahasiswa Papua Terkait Hasil CPNS

MANOKWARI, gardapapua.com — Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan didampingi kepala BPKAD Papua Barat, dan Asisten III Setda Pemprov Papua Barat, menerima puluhan perwakilan mahasiswa dan forum pencaker papua barat terkait mendengar aspirasi mereka tentang penyampaian hasil penerimaan CPNS kuota formasi 2018, yang hingga kini belum diumumkan.

Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan kesempatan itu menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada para puluhan mahasiswa dan forum pencaker papua barat, atas kesempatan audens tersebut.

Pertemuan audens dilaksanakan bertempat di gedung perkantoran gubernur, Lt. 5 Arfai, Manokwari, senin (20/1/2020). Sembari mendengar empat (4) poin aspirasi tuntutan yang disampaikan, salah satunya tentang segera diumumkannya hasil tes CPNS formasi tahun 2018 harus sesuai kuota 80 persen OAP – 20 persen Non Oap, Gubernur Drs. Dominggus Mandacan lalu memaparkan beberapa hal penjelasan terkait mekanisme formasi tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah berjalan dan diterapkan secara nasional tersebut.

” Jadi formasi ini sudah ada sejak tahun 2014, sejak saya jadi karakteker Pj. Bupati di pegaf. dan perlu diketahui, hal ini adalah terkait sistem online, sehingga kami dari pemerintah sudah beberapa kali kami sampaikan dan minta tetap mempertahankan sistem manual, namun inilah kebijakan pusat sistem Online (CAT) tetap berjalan,”Terang Gubernur Drs. Dominggus Mandacan mengawali penjelasannya.

Namun demikian, lanjutnya, terkait dengan sesi formasi tersebut, tak bisa dipungkiri masih ditemui banyak kekurangan saat perekrutan CPNS di lapangan khususnya di beberapa Kabupaten/Kota di Papua Barat.

” Dari formasi yang diberikan terkait kuota 80 persen – 20 persen, tak dipungkiri ada kabupaten kota yang bisa terpenuhi, dan ada juga yang tidak terpenuhi atau tidak capai. seperti formasi kedokteran misalnya dari kabupaten diperlukan jumlah kuota 200 orang, berarti kalau mau dipikirkan OAP harus ada 160 atau 80% dan non OAP 40 orang atau 20 %. Namun yang terjadi dilapangan, beberapa daerah masih sangat kurang,”Beber Gubernur menjelaskan.

Selain itu, melihat dari sejumlah sisi formasi khusus juga belum dapat terpenuhi. Sehingga, sebagai pimpinan tertinggi di provinsi papua barat, dirinya akan berupaya membahas hal teknis seperti ini untuk disampaikan kembali kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia/Menteri (MenPAN – RB)

“Seperti formasi – formasi khusus yang sudah di tetapkan, namun belum sesuai kebutuhan kabupaten /kota itu, ini nanti di usulkan ke Menpan-RB. Jadi ada formasi yang tidak terpenuhi itu nanti saya akan berubah bersama gubernur Papua membahas hal tersebut.

” Jadi kebijakan ini sudah ada, formasi 2018 yang dilaksanakan di tahun 2019 ini artinya kekompakan kita antara provinsi papua dan papua barat sudah bisa dilaksanakan dengan baik, sehingga nanti saya komunikasi kembali dengan provinsi papua,”Tugasnya.

Adapun terkait pengumuman CPNS formasi 2018 di papua barat, lanjut Gubernur, bahwa seharusnya sudah siap untuk diumumkan. Namun demikian, pihaknya masih menunggu koordinasi bersama Provinsi Papua, agar bersamaan

” Cuma kita masih menunggu papua dulu. Namun kalau ini sudah diaspirasikan untuk segera di umumkan, maka nanti saya akan koordinasi internal bersama kepala BKD dan saya panggil Bupati yaitu Manokwari, Pegar dan Mansel, supaya nanti bagaimana baiknya, “Tandasnya. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *