Workshop Program Kotaku, Komitmen Entaskan Kawasan Permukiman Kumuh di Papua Barat

MANOKWARI, gardapapua.com — Asisten III Bidang Administrasi Setda Provinsi Papua Barat, Raymond Yap, saat mewakili Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan hadir dan membuka Workshop Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tingkat Provinsi sepapua barat, yang digelar oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Papua Barat, bertempat di Oriestom Bay Hotel, Manokwari, Kamis (28/11/2019).

Dalam sambutannya, Asisten III Bidang Administrasi Setda Provinsi Papua Barat, Raymond Yap, mengatakan, bahwa melalui momentum pelaksanaan kegiatan workshop KOTAKU ini diharapkan bisa mewujudkan kabupaten dan kota di Papua Barat rapi, bersih dan tertata rapi jauh dari kesan permukiman kumuh bahkan hingga titik nol.

” Sebagai perwujudan komitmen untuk mengentaskan kawasan permukiman kumuh di perkotaan, dalam RPJMN 2015 – 2019 telah ditetapkan sasaran penyelenggaraan permukiman dikota/kawasan perkotaan yaitu mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh melalui penanganan kawasan permukiman kumuh seluas 38.431 HA, “Papar Asisten III Bidang Administrasi Setda Provinsi Papua Barat, Raymond Yap.

Sedangkan itu tambahnya, di papua barat berdasarkan data balai prasarana permukiman wilayah papua barat terdapat 490,31 Hektar kawasan kumuh yang tersebar di 9 Kabupaten dan 1 kota.

Karena itu, dia berharap, melalui workshop ini dapat menghasilkan rumusan dalam menyukseskan program Kota Tanpa Kumuh atau Kotaku di Papua Barat, sebagaimana telah di programkan.

” Dari 490,31 hektar tersebut, terdapat 185,35 hektar yang menjadi target program kotaku, yang mana tersebar di 30 kelurahan kota dan kabupaten. Dimana daerah ini berada di kota sorong dan kabupaten Manokwari, “Jelasnya

Kesempatan itu, dia mengingatkan, agar program ini tidak hanya sampai diworkshop saja. Tetapi, perlu adanya kerja keras yang tulus, ikhlas serta dilakukan penuh cinta dan doa, sehingga diperlukan kerjasama semua pihak. Sebab dengan sikap tersebut, tentunya program ini berjalan sukses.

” Melalui KOTAKU sejak tahun 2017 hingga 2019, bantuan pemerintah yang telah disalurkan ke masyarakat (BPM) telah mencapai 36,7 miliar dan sebagian besar sudah direalisasikan dalam berbagai investasi kegiatan invrastruktur skala lingkungan, sehingga menjadi target kawasan kumuh ini dapat disikapi lagi lebih baik kedepan, “Tukasnya. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *