Peringati Hari Pahlawan, Anisto Ajak Pemuda Bintuni Pertahankan Nilai Luhur Bangsa

TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Para Pemuda – pemudi Kabupaten Teluk Bintuni, diajak untuk mengenang kembali jasa dan perjuangan para pahlawan.

Ketua DPD AMPI Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy mengatakan, para pemuda – pemudi sepatutnya mempertahankan warisan nilai-nilai leluhur yang saat ini sudah semakin luntur, sebagai bagian menjadikan semangat para pemuda tetap maju dan bangkit.

Hal ini tentu sesuai tema hari pahlawan tahun 2019, ” Aku Pahlawan Masa Kini “, yang diperingati setiap tanggal 10 November setiap tahunnya.

“Harapan saya selaku ketua AMPI DPD Bintuni, agar dalam momentum peringatan Hari Pahlawan 2019 ini, kita sebagai pemuda – pemudi jangan lengah dan tergores kemajuan zaman, dan melupakan nilai-nilai luhur bangsa,”Ujar Yohanis Manibuy, sesuai rilisnya, senin (11/11/2019).

Anisto sapaan akrabnya menuturkan, bahwa tak dipungkiri, banyak generasi muda yang sudah kurang paham dan mengerti tentang nilai-nilai luhur bangsa karena tergerus dengan kemajuan zaman.

” Kita sebagai pemuda dan pahlawan masa kini harus pahami bahwa penjajahan kepada negara di era sekarang ini sudah tidak menggunakan senjata perang, Namun kita kini diperhadapkan pada informasi dan teknologi. Beberapa itu seperti isu kabar bohong (hoaks), propanganda isu rasis dan radikalisme, yang semuanya dimainkan dari saluran informasi media sosial,”Terang Anisto

Sehingga perlu, mencontohi karakter pahlawan muda bangsa Indonesia yang tidak terpengaruh dan mengakibatkan negara menjadi lemah.

Anisto mencontohkan, salah satu pahlawan muda bernama Robert Wolter Monginsidi, pemuda asal kelahiran Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, 14 Februari 1925, silam, yang berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sehingga, seiring tema hari pahlawan 2019 ini, pemuda merupakan sebuah kekuatan untuk mendorong bangsa ini lebih maju. Bahkan setidak-tidaknya adalah memberikan peran yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

” Bukan tidak mungkin pemuda milenial harus menjadi pahlawan ditengah-tengah masyarakat di kala kondisi negara secara khususnya menyelamatkan kondisi didaerahnya yang dalam keadaan tidaklah terjadi pemerataan pembangunan kesejahtaeraan masyarakat,”Cetusnya

Sehingga, sebagai pemuda dan pahlawan milenial, sangat diperlukan pemikiran-pemikiran kreatif serta inovasi dari para pemuda untuk dijadikan sebuah titik terang yang mampu mendobrak keterpurukan masyarakat.

Dengan demikian, semboyan Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya”, yang terungkap dari presiden pertama Indonesia 57 tahun silam dalam pidatonya memperingati Hari Pahlawan Nasional pada Tanggal 10 November 1961, haruslah seiring dengan komitmen dan semboyan para pemuda yang telah bersumpah bertanah air yang satu, berbangsa yang satu, dan berbahasa yang satu untuk berjuang mengusir penjajahan di muka bumi nusantara. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *