Tanggapi Kemenko, PT. MOW Mulai Lakukan Kajian Investasi KEK Sorong

SORONG, gardapapua.com – Direktur Utama PT. Malamoi Olom Wobok Sorong, Gabriel Hasahatan Simanjuntak, menanggapi apa yang disampaikan oleh bapak Menteri Bidang Perekonomian dan Gubernur Papua Barat, terkait pengelola dan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus KEK Sorong.

Menurut Gabriel, kehadiran pihak perusahaannya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 0Sorong menyesuaikan dengan keadaan yang ada di pulau Papua, yang sudah tentu berbeda dengan pulau Jawa. Hal ini tentunya, tidak terlepas dari kajian mendasar melihat aspek pertumbuhan KEK disorong kedepannya.

“Tetapi kami tetap berpedoman pada pesan yang disampaikan oleh bapak Menteri, KEK Sorong juga baru diresmikan kami akan berjalan sesuai dengan regulasi yang ada,”ucapnya kepada gardapapua, Senin (14/10/2019), kemarin.

Dimana prioritas utama untuk PT. PT. Malamoi Olom Wobok Sorong, akan fokus pada logistik. karena sistem investasi logistik lebih banyak memakan tenaga kerja dan mengingat bahwa aktivitas saat ini di wilayah KEK, akan banyak aktivitas keluar masuk barang.

Sembari membeberkan, bahwa pihaknya telah bertemu dengan pihak perusahan Batu Bara PT. Gag Nikel. Dimana dalam pertemuanya pihak perusahan menyampaikan mereka masih melakukan FS.

“Pihak PT.GAK Nikel juga ada punya partner, kalau sudah selesai nanti mereka akan melakukan DID perencanaan, itu baru bisa kita terima, kapan mau di bangun smelter waktunya berapa lama,”ujarnya.

Menyangkut dengan administrasi, dirinya akan terapkan sistem 3 jam di kantor PT. Malamoi Olom Wobok, apabila semua aktivitas di wilayah kek sudah lengkap dan berjalan normal.

Sampai saat ini, investor yang bergabung dalam Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) Sorong, antara lain adalah PT. Semen Gresik (Semen Indonesia Group) kegiatannya membangun pabrik pengemasan semen, PT. Henrison Inti Putra untuk membangun pabrik pengolahan kayu dan sawit, dan PT. Bumi Sarana Utama (Kalla Group) membangun storage aspal curah.

Investor lain yang akan masuk berinvestasi, yaitu PT. Gag Nikel (untuk pembangunan smelter nikel), PT. Pelindo IV (untuk pengembangan Pelabuhan Arar sebagai sarana konektivitas dan logistik), PT. Numarin Terra Anugerah (untuk pembangunan cold storage perikanan), serta PT Power Gen (untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas/PLTMG sebesar 20 Megawatt). [Chay/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *