Laka laut di Perairan R4, 2 Orang Meninggal Dunia Belasan Orang Selamat

RAJA AMPAT, gardapapua.com — Laka laut kembali terjadi di perairan kepulauan kabupaten Raja ampat.

Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Krey, melalui siaran persnya, minggu (8/9/2019) siang, membenarkan insiden peristiwa laka laut yang terjadi pada sabtu, (7/9/2019), sekira pukul 12.30 wit, kemarin tersebut.

Dijelaskan Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Krey menjelaskan, bahwa kejadian itu terjadi tepatnya di sekitar Perairan Kampung Samate antara pulau jefman dan soop.

” Lokasi tenggelam Bodi batang atau long boat itu dari Kampung Samate Distrik Salawati Utara dengan jumlah penumpang 21 orang yang mengakibatkan 2 ( dua ) orang Meninggal Dunia,”Ungkap AKBP Mathias Krey

Atas insiden ini, dikabarkan korban meninggal dunia adalah ibu Widasi, Perempuan, (54 Thn), dan seorang balita bernama Dzawiqa Avicenna Mayalibit, Perempuan, (3 thn).

Sementara Korban selamat antara lain :

– Untea Yasin Mayalibit
– Zulfana Ma’ana Mayalibit
– Rayza Rahma Mayalibit
– Siti Harbiantun Arfan
– Fandi Arfan
– Rafi Israfila Mayalibit
– Indra Mayalibit
– Nurul Fajri Mayalibit
– Faujia Asagaf
– Fatia Mayalibit
– Siti Siva Mayalibit
– Berbi Sarfa Mansamber
– Fathir Muhammad Rumakat ( 5 bulan / bayi )
– Serka Darwin, dari Koramil Samate / Motores
– MOI Mayalibit
– Aan Rahmat
– Mus
– Muhammad Saleh Kapitan

Adapun Kronologis kejadian diketahui, pada pukul 07.00 Wit, sabtu (7/9) kemarin, Perahu / Bodi batang keluar dari Kampung Samate dengan membawa penumpang sebanyak 21 orang yang mana mereka tujuan ke Kota Sorong. Dan sekitar pukul 08.00 Wit, setelah sampai di pertengahan antara pulau Soop dan Pulau Jefman perahu tersebut tenggelam dan mengakibatkan 2 orang meninggal.

” Seluruh korban di evakuasi oleh masyarakat ke Kampung Jefman dan di bawa ke Kampung Samate. untuk Korban Meninggal dunia di makamkan di Kampung Samate Distrik Salawati Utara,”Jelas AKBP Mathias Krey.

Adapun dugaan sementara penyebab laka laut ini adalah dipengaruhi faktor stuasi Iklim / cuaca di Kabupaten Raja Ampat pada umumnya musim angin Pancaroba sehingga cuaca tersebut mempengaruhi gelombang laut. Selain itu, jumlah penumpang yang berjumlah banyak dapat mempengaruhi kondisi Perahu / Bodi Batang yang digunakan oleh Masyarakat Samate yang hendak ke Kota Sorong. [DM/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *