Diduga Tersengat Arus Pendek HP, Satpam Grapari Manokwari “Menghitam”

MANOKWARI, gardapapua.com — Warga kompleks maskeri, Jl. Jend Sudirman, kelurahan Padarni, manokwari, selasa (6/8/2019) digegerkan dengan penemuan mayat seorang pemuda, telah dalam keadaan tak bernyawa di kamar kontrakannya dengan kondisi lengan dan sebagian tubuh telah menghitam dan mulai membusuk.

Korban berinsial YM, ditemukan pertama kali oleh salah satu saksi, warga penjaga rumah kontrakan berlantai dua itu, selasa (6/8/2019), sekira pukul 11.00 wit.

” Jadi tadi adik saya mau lewat untuk mandi, lalu dia mencium bau membusuk di depan pintu kamar kos korban YM yang berada di lantai bawah, ketika di dobrak kami liat tubuh korban di bagian tangan lengan sudah hitam dan bau, serta tidak menggunakan baju, “Ungkap Resky, salah satu saksi di TKP, kepada gardapapua.com.

Sementara itu, sesuai pantauan gardapapua.com, jenazah korban YM, yang juga keseharian selaku satpam di grapari telkomsel manokwari pasca telah di masukan kedalam peti jenazah usai pengambilan visum oleh tim iden dan petugas medis RSUD, sekira pukul 16.00 wit, lalu di ambil alih penanganannya oleh keluarga besar Ikatan Kerukunan Toraja Manokwari (IKT -Manokwari) untuk dibawa ke rumah duka beralamat di Kompleks Fanindi, untuk segera di makamkan.

” Jadi jenazah kami semayamkan di rumah duka di Fanindi, dan kami akan segera makamkan sesuai kesepakatan. Karena mau rencanakan kita berangkatkan ke rumah keluarga orangtuanya di sorong, namun kondisi jenazah tidak di mungkinkan, dan kebetulan bersangkutan adalah bagian daei keluarga besar warga IKT di Manokwari, “Terang Kornelius Mangalik, selaku ketua IKT – Manokwari.

Sementara itu, berdasarkan hasil visum dan olah TKP tim identifikasi Polres Manokwari, diketahui korban YM meninggal dunia, karena tersengat listrik dari handphone yang sedang di-charge. Ini dibuktikan, saat pertama kali korban diketemukan, handphone korban berada tangan korban, posisi di samping tempat tidur/kasur korban, dengan beberapa kabel sambungan terminal colokan yang terurai. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *