“Sahaji Refideso”, Digadang Layak Masuk Bursa Calon Bupati Bintuni ??

MANOKWARI, gardapapua.com — Sejumlah nama mulai muncul meramaikan bursa calon bupati Teluk Bintuni, di Pilkada 2020. Mulai dari petahana bupati, Unsur pimpinan partai politik, hingga beberapa nama pimpinan unsur kepemudaan dari Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), dan juga dari KNPI Teluk Bintuni.

Selain nama – nama dari unsur tersebut, salah satu sosok figur lainnya kembali diperbincangkan, adalah sahaji refideso.

Hal ini diungkapkan salah satu kalangan anak muda terpelajar, Karsiman Werbette, kepada media ini, Kamis (25/7/2029), kemarin dalam sebuah kesempatan, saat dimintai tanggapannya, menilai beberapa figur – figur yang patut untuk menahkodai negeri sisar matiti lima (5) tahun kedepan, dan bersaing dalam panggung pilkada perhelatan tahun 2020.

” Dari sejumlah nama yang di sebut – sebut tentunya kembali ke kita sebagai masyarakat yang akan menentukan pilihan kita lima tahun ke depan guna membawa Teluk Bintuni ke depan lebih baik,”Ungkap Karsiman Werbette.

Menurutnya, Perhelatan pemilihan serentak (pilkada) 2020 yang telah mulai di perbincangkan oleh semua kalangan, menandakan, bahwa peran masyarakat untuk semakin aktif memberikan pandangan politiknya menilai sejumlah nama tokoh – tokoh terbaik negeri sisar matiti (tanah harapan) dari kalangan politikus bahkan juga dari kalangan profesional, adalah hal yang baik, guna memberikan pembelajaran politik sehat kepada masyarakat.

” Tentunya semuanya baik, sejumlah nama yang bermunculan memiliki catatan prestasi yang cukup baik. Juga salah satunya abang Sahaji Refideso. Beliau menurut kami juga memili track record kepimpinan dan telah aktif diberbagai organisasi dan pemerintahan, “Jelasnya

Datang dari kalangan aktifis senior IAIN Ternate era 90’an, Sahaji Refideso juga mulai di sebut – sebut mendampingi beberapa nama yang akan berkontestan di Pilkada Teluk Bintuni 2020 nanti. Sahaji Refideso diketahui merupakan Ketua Umum DPD BMP-RI Provinsi Papua Barat, ia juga adalah anggota DPR Papua Barat dari jalur otonomi khusus (otsus).

” namun kembali lagi, Penentuan calon bupati dan wakilnya, tentunya akan mengacu pada mekanisme desk Pilkada dari setiap partai koalisi, soal layak dikaderkan atau bukan yang penting memenuhi kualifikasi, pilihan rakyat, maka sepertinya perlu pertimbangan akurat, namun sebagai porsinya rakyat patut untuk memberikan pandangannya, “Tutupnya. [**/ILM/Red]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *