Wasekjen PAN : “Tak Perlu Saling Klaim, Ayo Bijak Bersosial Media”

MANOKWARI, gardapapua.com — Pasca usainya pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, seluruh lapisan masyarakat dari kalangan kelompok manapun diminta berhati-hati serta bijaksana menyampaikan pendapat, gagasan, informasi ataupun berita, khususnya di media sosial (medsos), seperti facebook, WA, IG, dan sebagainya.

” Menurut saya untuk baiknnya jangan pakai sosial media soraki kemenangan jika belum ada penetapan. Sebab jika ada kekurangan, semua punya kekurangan. Sehingga sebagai pendukung atau calon legislatif baiknya wajib kita edukasi masyarakat,”Ucap Wakil Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN), dr. Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes, Minggu, (21/4/2019)

Ini dimaksudkan dalam upaya untuk memperteguh atau memperkuat pelaksanaan nilai-nilai demokrasi dan pengembangan kehidupan demokrasi yang lebih elegan dan baik.

Sisi lainnya agar jangan menjadi boomerang untuk diri sendiri dan orang lain, dengan tidak bijaknya menggunakan sosial media (sosmed), untuk menyoraki sesuatu hal berbau politik yang belum tentu benar kebenarannya.

” Saya mengharapkan teman – teman semua mengikuti tahapan dan mengawal proses. Yah kalau cuma klaim untuk menyenangkan jangan berlebihan, sebab malu juga nanti kalau tidak jadi dan dinyatakan tidak lolos saat penetapan,”Himbaunya

Meski mengklaim peristiwa kemenangan adalah hak semua orang, atau kembali ke setiap mentalitas pribadi perseorangan, namun baiknya sebagai warga negara yang baik patut menghargai proses tahapan terkait pemilu yang masih berjalan. Mulai dari proses rekap, pleno hingga penetapan KPU nantinya.

” Seseorang dibilang menang, jika sudah ada penetapan. Sehingga kalau kita hanya sekedar mengklaim untuk menghibur diri saya no problem, wht not?? Saya pribadi ikuti proses sehingga saya mengharapkan teman – teman lain juga bersama kita ikuti proses ini, percayakan kepada pihak penyelenggara sesuai tupoksi dan tugasnya. Agar bila ada wujud dugaan pelanggaran, silahkan kita bawa ke jalur hukum sesuai mekanismenya,”Pesannya

Menurut Rumaseuw bahwa Proses kemenangan itu, ada saat dimana para kandidat kader politik mampu memanfaatkan masa dan waktu kampanye dengan cermat, untuk memperkenalkan dirinya dan membangun silaturahmi bersama masyarakat luas.

” Harapan saya kita semua caleg – caleg agar kedepan dalam tahun politik dapat bersama berkomitmen mengendalikan apa yang disebut dengan management resiko. Ini penting, agar kalah dan menang dalam suatu masa di tahun politik kita bisa menerima hasilnya dengan lapang dada, “Tukasnya. [ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *