Pemda Bintuni ‘Lemah’ Penanganan Pengelolaan Sampah

Klik Tautan Video Dibawah Ini, Simak Selengkapnya :

 

TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Sampah yang berserakan di Kampung Lama, Distrik Bintuni Timur, Kabupaten Teluk Bintuni bukan saja perlu penanganan rutin namun membuktikan Pemerintah Daerah Teluk Bintuni tak serius dan lemah menangani hal tersebut.

Ini tercermin dari pantauan Gardapapua.com, selama sepekan terakhir di Kabupaten Teluk Bintuni. Terdapat sejumlah titik Bak sampah, yang tak rutin dan dikontrol penanganannya secara baik dan terjadwal.

Ketua GSBI Papua Barat Yohanes Akwan.

Kepada media ini, Jumat (04/1/2019) salah satu pemerhati lingkungan Kaukus Hijau Papua Barat di Teluk Bintuni Yohanes Akwan menyatakan pendapatnya mengemukakan, dengan padatnya pendudulk suatu daerah tidak bisa dihindari karena siklusnya selalu bergerak maju manusia dengan tingkat konsumtifnya yang tinggi sudah pasti menghasilkan sampah rumah tangga yang banyak.

” apa lagi lingkungan tersebut padat penduduknya sepeti contoh tumpukan sampah yang berserakan di kampung lama bintuni. Terjadinya penumpukan sampah ahi
Akhirnya menciptakan aroma bau tidak sedap terhadap masyarakat sekitar sehingga berdampak pada kesehatan masyarakat diwilayah sekitar TPS rawan terserang penyakit,”Ucap Yohanes Akwan.

Yohanes Akwan yang juga sebagai Caleg DPRD Papua Barat kader PSI dari dapil V ini menegaskan bahwa penanganan sampah di titik – titik kota bintuni padat penduduk seperti daerah kampung lama, Distrik Bintuni Timur atau di beberapa titik di kota bintuni seperti Kompleks Pasar Sentral, tidak bisa kemudian rakyat disekitar tempat tersebut di salahkan.

Sampah berserakan di Kamp. Lama Teluk Bintuni

” Pemerintah daerahlah harus bertanggung jawab mencari solusi konkrit terkait masalah penanganan sampah. Menurut saya, mestinya pemerintah menunjuk pihak ketiga saja untuk mengelola sampah tersebut agar dapat diangkut setiap hari sehingga wajah kota kita bersih dan tumpukan sampah tidak lagi berserakan seperti saat ini yang kita jumpai di setiap lingkungan di kota bintuni,”Sarannya menuturkan.

Ini dinilai, sebab pada dinas terkait Badan Lingkungan Hidup yang membidangi penanganan sampah di Kabupaten Teluk Bintuni saja tak bisa menjalankan program kerja pemerintah menciptakan tata kota dengan kebersihan yang sesuai aturan.

” Dinas terkait saja tidak becus, mending diserahkan ke orang lain. Contoh kepada pihak yang di tunjuk apabila usulan kami disetujui oleh pemerintah maka vendor tidak hanya bertugas angkut dan buang sampah ke TPS akhir, tetapi penting juga melakukan edukasi kepada masyarakat serta penyiapan bak – bak sampah dan truck sampah yang baik dia setiap lingkungan tempat tinggal masyarakat di Kota Teluk Bintuni,”Tandasnya

Dengan demikian, diharapkan, persoalan penanganan sampah dari tahun ke tahun jangan disamakan dengan penanganan serta cara klasik penanganan kebutuhan sumber daya listrik bagi masyarakat. [KK/ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *