Nyalakan 1000 lilin, Pertanda Pertikaian Kasus Nduga Harus Di Selesaikan

MANOKWARI, gardapapua.com — Doa dan harapan Masyarakat di Tanah Papua mengalir bagi Kabupaten Nduga.

Ini dinyatakan dalam berbagai Aksi Human Candle” Pray For Nduga” di Manokwari, salah satunya penyalaan simbolis 1000 lilin dan doa bersama sebagai harapan ada damai di tanah adat wilayah V La Pago, Provinsi Papua.

Ketua DAP Wil. III doberay Mananwir Paul Fincen Mayor kordinator kegiatan aksi yang dilaksanakan hari sabtu,(15/12/2018) pukul 19.00-22.00 WPB, di Jalan Merdeka, Cafe jamertime, Kabupaten Manokwari, mengungkapkan, sebagai anak adat dirinya turut bersedih atas peristiwa – peristiwa dan pertikaian senjata yang mengorbankan banyak jiwa tak berdosa atas perbedaan pandangan atas Tanah Papua.

” kami berdoa Bersama bagi masyarakat Adat Ndugama di kabupaten Nduga dan juga turut berdukacita atas kematian dari kedua bela pihak yang bertikai. sungguh sangat menyedihkan bahwa kita didalam kota ini menikmati Damai Natal dan sukacita tetapi dibalik Gunung dan hutan lebat terdapat Ketakutan, tangisan, dan air mata,”Ucap Ketua DAP Wil III Doberay Mananwir Paul Fincen Mayor.

Kegiatan yang turut pray for nduga melalui aksi 1000 lilin yang mendapat dukungan dari berbagai elemen baik, Pengurus KNPI provinsi Papua Barat dalam hal ini hadir juga Bung Jimy Liunsanda sekretaris KNPI PB, Bapak Yan Ch. Warinussy,SH Direktur eksekutif LP3BH Manokwari, utusan organisasi-organisasi Mahasiswa, tokoh masyarakat, Pemuda, agama, Para Pimpinan Dewan Adat, maupun PNS berkumpul bersama dan Menyatakan solidaritas dan Mendoakan masyarakat di kabupaten Nduga, Wilayah Adat V La Pago, Provinsi Papua, menjadi doa dan harapan agar negara dan pemerintah setempat jangan pernah lengah dan segeralah mengambil langkah kebijakan strategis menyelesaikan kasus di nduga.

” kami meminta semua pihak untuk berkontribusi menyelesaikan kasus Nduga, sudah pasti dengan tensi kekacauan seperti ini berpotensi meluas dan siapa yang akan bertanggungjawab? malah yang akan dikorbankan adalah Masyarakat adat atau warga sipil itu sendiri,”Cetusnya

Berthemakan ” Doa Bersama dan Nyalakan Lilin Kemanusiaan ” Pray for Nduga”, DAP Wil III Doberay menyatakan untuk operasi militer di Nduga maupun Tanah Papua, jangan lagi dilanjutkan, sebab Papua Tanah Damai.

” Saudara/i kita ada yang ketakutan karena ada konflik antar TPN PB dan TNI/ polri, akankah masalah ini berakhir dan kapan? sebab kelihatannya Pemimpin Gereja, Pemerintah Provinsi Diam membisu tanpa tindakan apapun,”Keluhnya

Mananwir Paul Mayor juga berharap, dampak dan pertikaian di Kabupaten Nduga mestinya diselesaikan dengan metode pendekatan Injil.

” Pemimpin Umat Tuhan Di Tanah Papua, Dewan Adat Papua ( DAP), pemerintah Kabupaten, kota dan Provinsi segera
ambil alih untuk menyelesaikan kasus Nduga, kalau tidak korban akan terus berjatuhan dan itu bukan solusi malahan menambah masalah dan berakibat fatal. jangan tokoh masyarakat, Adat, Legislatif (DPRD, DPR P/ PB), MRP, MRPB dan Yudikatif duduk diam pura-pura tidak tahu dan malas tahu,”Imbuhnya. [ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *