VIDEO STREAMING : TANGGAPAN FERRY AUPARAY TERKAIT KELANGKAAN BBM DI WONDAMA

Simak Melalui Tautan Klik Dibawah ini :

Atasi BBM Langka Di Wondama, Pemda dan Penyuplai Surati Pertamina

MANOKWARI, gardapapua.com — Menjawab Surat Keputusan (SK) penetapan keadaan darurat BBM jenis premium, solar dan minyak tanah yang telah ditetapkan Bupati Kabupaten Teluk Wondama Bernadus Imburi berlangsung selama tujuh hari terhitung sejak 5 hingga sejak 11 November 2018, Pemda dan pihak perusahaan penyuplai BBM bersubsidi yakni PT. Papua Bumi Kasuari telah melayangkan surat Permohonan kepada PT. Pertamina Regional VIII Wilayah Maluku – Papua.

” Keterlambatan ini pihak perusahaan telah mengajukan surat permohonan kepada PT. Pertamina Regional VIII Wilayah Maluku – Papua untuk pengangkutan kuota BBM bulan Oktober bersamaan dengan jumlah kuota pada bulan November 2018. Dimana total Kuota BBM Subsidi untuk Teluk Wondama adalah sebesar 385 TON/KL yang dikelola oleh Dua Perusahaan penyuplai dan pengangkutan yakni PT. Papua Bumi Kasuari milik Ferry Auparay dan KSU Cinta Nelayan milik Hj. Muchlis, akan kami upayakan tersuplai bersamaan dengan Kuota Bulan November,”Ujar Direktur PT. Papua Bumi Kasuari Ferry Auparay, Kamis (9/11/2018) kemarin.

Ferry Auparay menjelaskan, sesuai jadwal yang seharusnya per 26 Oktober 2018 pasokan BBM dari Manokwari sudah masuk ke Wasior, terkendala karena kapal pengangkut BBM sedang docking untuk pemeliharaan rutin.

” Jatuh tempo kapal yang masuk masa docking kapal itu di daerah Bau – Bau dan sesuai dengan jadwal kapal tersebut juga tertunda karena pihak perusahaan doging terkait bersamaan melakukan perawatan dan perbaikan sejumlah kapal BPBD yang melayani korban Gempa dan Tsunami Kota Palu dan Donggala. Inilah yang membuat kami terkendala namun tetap kami komitmenkan dapat mengatasi kendala ini,”Imbuhnya

Ferry Auparay juga menuturkan, sesungguhnya kuota 385 Ton/KL sesungguhnya hanya mampu mengakomodir atau terserap melayani sebanyak tiga (3) distrik dari total tigabelas (13) distrik di Kabupaten Teluk Wondama, Wasior.

“Jadi jangan lagi ada bahasa yang kemudian menjadi tudingan minyak BBM subsidi yang ada dijualkan secara ilegal itu tidak benar. Karena sesungguhnya kelangkaan BBM ini memang bukan unsur disengajai, “Tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Ekbertson Karubuy pada sebuah kesempatan juga mengklaim, kekosongan BBM yang telah mengakibatkan aktivitas warga di Wasior itu terhambat, selama hampir sepekan ini, murni disebabkan kendala transportasi. Bukan karena aksi penimbunan atau bentuk penyalahgunaan lainnya.

“Tim pengendali inflasi daerah sudah turun cek ke pengkalan dan pengecer memang tidak ada penimbunan. Semua drum kosong karena tidak ada pasokan yang masuk, lagian kalau ada penimbunan pasti cepat diendus, wondama ini kecil,“ Tandasnya. [ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *