BudayaGarda FakfakGarda Papua BaratPendidikan

Sosialisasi Manuskrip Kuno di Fakfak, Disarpus Dorong Program Pelestarian Naskah Kuno di Provinsi Papua Barat Dapat Terwujud

FAKFAK, gardapapua.com – Dalam rangka mendukung kebijakan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan untuk menjaga identitas dan jati diri bangsa, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat terus mendorong Program Pelestarian Naskah Kuno di Provinsi Papua Barat.

Harapan tersebut disampaikan Bapak Soleman Djitmau,S.IP.,M.AP., dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Bidang Perpustakaan Tingkat Provinsi Tahun 2026 dengan tema sentral “Mengenal, Menjaga, dan Melestarikan Manuskrip/Naskah Kuno sebagai Warisan Pengetahuan dan Budaya Papua Barat”, yang dilaksanakan di Fakfak dan berjalan lancar serta aman.

Soleman menegaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga naskah kuno sebagai warisan budaya, memberikan pemahaman tentang pentingnya naskah kuno, serta membangun kolaborasi dalam pengelolaan dan pelestariannya agar tetap lestari.

“Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pihak akademisi dan juga Dinas Kearsipan dan Perpustakaan di kabupaten se-Papua Barat dapat berkolaborasi untuk mendata serta mengidentifikasi daerah mana yang memiliki naskah kuno. Naskah kuno berisi tentang cerita, syair, dan juga tulisan yang memiliki makna sejarah,”Ucap Soleman.

Ia menambahkan, naskah kuno merupakan warisan budaya yang wajib dilestarikan karena memiliki nilai sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan, terlebih terkait kearifan lokal dan catatan sejarah identitas jati diri bangsa, khususnya bagi masyarakat di Provinsi Papua Barat.

Agar program pelestarian berjalan optimal, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat merangkul seniman dan budayawan Tanah Papua, khususnya di Papua Barat, untuk dapat menjangkau empat wilayah kabupaten sasaran, yakni Teluk Bintuni, Fakfak, Kaimana, dan Pegaf.

Sosialisasi yang berlandaskan UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan Perda Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan ini menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Nasional RI dan Universitas Papua.

Seperti diketahui, manuskrip atau naskah kuno dipandang sebagai warisan pengetahuan dan budaya Papua Barat yang keberlangsungannya harus dijaga. Keberadaan naskah kuno yang kemungkinan masih tersimpan pada keluarga, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, komunitas, maupun lembaga tertentu di Papua Barat perlu mendapatkan perhatian serius agar tidak hilang ditelan zaman.

Untuk itu, pentingnya berpartisipasi aktif semua pihak dalam mengidentifikasi, melaporkan keberadaan naskah kuno, serta terlibat dalam pelestarian sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal membangun sistem pelestarian yang terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan dengan tetap menghormati hak dan nilai budaya pemilik naskah. [TIM/RED]

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *