DaerahGarda NusantaraGarda PapuaGarda Papua BaratHUMANISNasionalRegionalReligi

Awali Program Kerja 2026, CPP Kunjungi Lapas Salemba Laksanakan Diakonia Sasar WBP 

JAKARTA, gardapapua.com — Organisasi Cendekiawan Perempuan Papua (CPP), melaksanakan pelayanan kasih rohani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba, Jakarta Pusat, pada Jumat 13 Februari 2026, pukul 10.00 WIB – Selesai.

Kegiatan ini disambut oleh Kepala Kerohanian (Karoh) Lapas Salemba, Stella Soraya, S.H., dan diikuti oleh Puluhan warga binaan di Gereja Immanuel Lapas Salemba, dengan penuh sukacita.

Pelayanan ini menjadi bagian dari komitmen program bidang diakonia pengurus dan anggota CPP dalam menjangkau dan menguatkan kehidupan rohani Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), melalui prosesi peribadatan singkat penuh hikmat yang dipimpin oleh Pdt. Pdt. Samparisna O. Dj. Koibur, S.Th.,MM.

Ketua Umum CPP dr. Rosaline Irene Rumaseuw,M.Kes, dalam kesempatannya mengatakan, bahwa kegiatan Diakona (Pelayanan Kasih,red) merupakan program pembinaan dan kerohanian yang dilaksanakan melalui Bidang Diakonia guna memperkuat nilai spiritual dan mental Warga Binaan Nasrani. Hal ini merupakan peran penting mendukung program pembinaan karakter dan sikap positif Warga Binaan selama menjalani masa pidana.

Dia pun mengapresiasi Program Kerja Bidang Diakona yang memulai program kerja organisasi dengan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), adalah langkah strategis untuk menanamkan rasa empati, sosial, dan tanggung jawab kemanusiaan.

“Jadi selaku ketua umum CPP mengapresiasi kegiatan Pelayanan kasih di tahun pertama program kerja CPP melalui bidang Diakonia pada Jumat (13/2/2026), bertempat di Lapas Salemba Jakarta, yang dikoordinir oleh Ketua Bidang Diakonia CPP, Vera Rumaseuw. Hal ini dipandang perlu digiatkan sebagai kegiatan keagamaan dan bagian integral dari proses pembinaan  berkelanjutan terhadap warga binaan di setiap Lapas / Rutan lainnya,”Ucap Ketua Umum CPP, dr. Rosaline Irene Rumaseuw.

CPP pun berkeyakinan akan tampil aktif menjadi organisasi yang sejalan dengan tujuan besar dalam sistem pemasyarakatan, yakni mewujudkan pemulihan sosial menyeluruh dan berkelanjutan. Sehingga pembinaan baik yang dilakukan secara internal di Lapas maupun dari organisasi eksternal, dapat  sebagai dorongan guna memberikan dampak bagi aspek rohani, terhadap warga binaan. [FY/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *