DaerahGarda ManokwariGarda NusantaraGarda Papua BaratHeadline newsHUMANISRegionalUncategorized

Dimediasi Dishub Papua Barat, Travel TransNusa dan Hilux Mitra Pemerintah Melayani Masyarakat di Bidang Transportasi Darat

MANOKWARI, gardapapua.com — Ratusan sopir yang tergabung dalam Komunitas Hilux di Manokwari dan manajemen Travel transportasi publik Transnusa diketahui telah bersepakat untuk bersama – sama melayani kebutuhan transportasi publik rute darat Manokwari – Bintuni (PP).

Proses perundingan itu di mediasi oleh Dinas Perhubungan Papua Barat, pada senin (19/1/2026), yang dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Perhubungan, Provinsi Papua Barat, Max L. Sabarofek, menjawab aspirasi dari aksi protes komunitas sopir Hilux rute Manokwari–Bintuni terkait kehadiran Travel Transnusa, beberapa waktu lalu, di Gunung Botak, Mansel.

Hasil kesepakatan dalam mediasi tersebut memberikan dasar hukum bagi pemerintah daerah dalam hal ini melalui Dishub Provinsi Papua Barat untuk memberlakukan kebijakan operasional di lapangan, dan memastikan layanan transportasi darat lintas kabupaten kepada publik (Masyarakat) tetap berjalan aman dan terkendali.

Adapun dalam kesepakatan sukarela para pihak, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat, Max Sabarofek menjelaskan, bahwa kegiatan pertemuan ini adalah langkah finalisasi untuk menjawab aspirasi para sopir hilux akan keresahan kehadiran armada minibus dari travel CV. Transnusa Papua Barat, yang hadir untuk melayani rute antar kabupaten yaitu Manokwari – Teluk Bintuni (PP).

Dimana sebelumnya, para sopir yang tergabung dalam komunitas Hilux itu menilai, bahwa kehadiran travel transnusa tanpa melalui skema pertemuan dan koordinasi yang dianggap tidak terbuka mekanismenya dengan baik.

“Ini merupakan pertemuan finalisisasi kedua belah pihak yang kami panggil secara kedinasan untuk bersama mencari solusi dan menjawab aspirasi dari kedua belah pihak para penyelenggara layanan transportasi antar kabupaten yakni rute Manokwari – Teluk Bintuni (PP), baik pihak sopir – sopir Hilux dan juga dari manajemen Travel CV. Transnusa,”Ucap Plt. Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat, Max Sabarofek, dalam keterangannya.

Dalam pertemuan tersebut, Max menegaskan, bahwa kehadiran Travel Transnusa di Papua Barat tidak bisa ditolak secara sepihak, karena telah memenuhi prosedur dan aturan yang berlaku, berkaitan detail mengenai jaringan trayek, persyaratan teknis angkutan orang (travel), serta kewajiban operasional akan kehadirannya sebagai moda transportasi angkutan Minibus (Komersial).

“Untuk itu, melalui kesempatan pertemuan yang telah dilakukan, bahwa pada kesepakatan hari ini yang telah ditandatangani bersama, telah menyelesaikan persoalan yang terjadi atas belum adanya kesepahaman sebelumnya. Sehingga dihari ini, telah difinalisasikan, bahwa layanan transportasi Hilux dan Transnusa adalah mitra pemerintah, yang hadir untuk bersama – sama melayani Masyarakat dalam mode transportasi darat antar kabupaten yakni Manokwari – Teluk Bintuni (PP), sesuai ketentuan yang berlaku,”Ucap Kadis Max Sabarofek.

Kesepakatan hasil dari proses ini adalah kesepakatan tertulis yang telah ditandatangani oleh pihak-pihak yang bersengketa atau yang berkaitan dengan bijak dan tanpa paksaan dan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, agar harus dipatuhi dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Manajemen TransNusa Apresiasi Peran Pemerintah Daerah melalui Dishub Provinsi Papua Barat

Terkait itu, Pimpinan CV. Transnusa Papua Barat Nandika Bramantyo dalam kesempatan itu, turut memberikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan Papua Barat yang telah turut andil mempertemukan kedua belah pihak dalam penyelesaian permasalahan rute dan jadwal pelayanan transportasi publik kepada Masyarakat. Hal ini dinilai pihaknya, sebagai sebuah kesepakatan dan kesempatan yang baik untuk bersama – sama sebagai mitra pemerintah yang telah diakui untuk dapat memberikan pelayanan transportasi publik yang memadai bagi Masyarakat daerah Manokwari dan Teluk Bintuni.

“Atas nama transportasi transnusa kami memberikan apresiasi bagi Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat, yang telah memediasi kami kedua belah pihak dengan baik. Kami apresiasi teman – teman para sopir hilux yang dalam kesediaannya telah menerima kehadiran kami sesuai kesepakatan untuk bersama sama memberikan pelayanan bagi Masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi dengan rute Manokwari – Teluk Bintuni (PP). Kedepan semoga kemitraan ini berjalan dengan baik dan dapat saling memperhatikan dengan bijak, dalam pelayanan bagi Masyarakat.

Ketua Komunitas Hilux, Nofri Tapilatu dalam kesempatannya juga menuturkan, bahwa aksi mogok yang dilakukan beberapa waktu lalu adalah semata – mata agar pihaknya, mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah, sebagai bagian akan kemitraan dan bentuk pelayanan kepada Masyarakat.

“Aksi yang kami lakukan adalah Pemerintah Daerah dapat memperhatikan kami para masyarakat yang bergantung pada profesi sopir lintas daerah khususnya Manokwari – Teluk Bintuni yang telah lama beroperasi melayani Masyarakat selama ini,”Ucapnya.

Sembari menambahkan, bahwa ratusan para sopir lintas darat dalam komunitas Hilux juga turut memberikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah melalui dinas terkait, untuk itu, para supir hilux pun kedepannya akan siap mengawal kebijakan – kebijakan pemerintah soal penataan pelayanan transportasi kepada masyarakat dan mendukung pembangunan daerah. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *