Gubernur NTB Sambut Baik Daerahnya Jadi Tuan Rumah HPN 2027, Sinyal Porwanas di Lombok ?
MATARAM, gardapapua.com — Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, berencana menjadikan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2027 mendatang. Ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah Kota Mataram, yang juga menjadi pusat pemerintahan provinsi NTB, kini terus berbenah untuk meningkatkan pariwisata dengan pengembangan destinasi unggulan, peningkatan SDM pariwisata, pembangunan infrastruktur pendukung, dan promosi event internasional (seperti MotoGP).
Gubernur berlatar belakang Politisi Gerindra ini mengaku, bahwa selama lima tahun kepemimpinanya, sangat fokus mengejar proses pembangunan pariwisata dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal melalui konsep pariwisata berkelanjutan.
Ada tiga isu utama yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan soal pariwisata yang sedanf dikerjakan. Yakni, masalah pengelolaan lingkungan, khususnya sampah di kawasan strategis seperti Mandalika dan tiga Gili (Gili Trawangan, Meno dan Air).
Eks Dubes Turki ini, menegaskan bahwa idenya untuk menginisiasi pelaksanaan HPN 2027, lantaran Provinsi NTB pernah menjadi tuan rumah HPN tahun 2016 lalu, sehingga adanya ‘Modal Pengalaman’ tersebut, dirasa akan membuat sejumlah kesiapan jauh lebih mudah untuk dilakukan oleh panitia nantinya, menyambut para tamu.
“Dengan kita pernah menggelar HPN, tentu kita akan tahu cara bagaimana membuat pelaksanaan HPN berikutnya akan lebih mudah. Saya tertarik menjadi tuan rumah HPN 2027, tolong kabar baik ini disampaikan ke jajaran PWI Pusat,”Ujar Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat menerima audiensi pengurus PWI NTB di ruang kerjanya, pada selasa, 9 Desember 2025.

Dia menegaskan, bahwa citra destinasi internasional harus didukung oleh sistem kebersihan yang profesional.
“Pariwisata tidak boleh tumpang tindih dengan urusan kebersihan. Kita menghadapi tantangan sistem pengelolaan sampah yang belum standar. Ada limbah atau waste tapi belum ada manajemen-nya,”Tegasnya.
Selanjutnya, tantangan kedua, menurut Gubernur menyangkut daya saing ekonomi lokal, termasuk tingginya harga hotel di kawasan Mandalika yang mencapai Rp3 juta per-malam dan persaingan dengan platform penjualan daring.
Untuk itu, Gubernur meminta agar langkah proteksi terhadap pelaku usaha lokal di tengah gempuran digitalisasi harus mulai dilakukan.
“Sejarah pariwisata berubah. Tidak hanya pemberdayaan (empowerment) tapi juga proteksi, termasuk tantangan digitalisasi seperti penjualan online lewat Traveloka,” kata Lalu Iqbal.
Isu ketiga, lanjutnya, perlunya mendorong penguatan UMKM serta desa wisata lokal.
Karenanya, kegiatan seperti pameran, wisata (tour) gratis ke Desa Merese, serta tiga workshop, termasuk forum kolaborasi internasional di sejumlah negara dunia harus mulai dilakukan penjajakan.
“Harapannya bisa menjadi momentum untuk memperluas peluang bagi produk lokal kita agar lebih kompetitif,”Ucap Gubernur Lalu Iqbal.
Gubernur juga membeberkan, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB saat ini sedang mendorong program meeting, incentive, sport, and event (MISE).
Oleh sebab itu, melalui kegiatan kemitraan dengan menjadi tuan rumah perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di tahun 2027, yang menghadirkan ribuan insan pers se-tanah air berkumpul di NTB, makan tentu hal ini dipandang baik sebagai momentum untuk mengaplikasikan konsep MISE.
“Karena tahun 2026, sudah provinsi Banten yang ditunjuk. Kita berharap tahun 2027, Provinsi NTB lah yang ditunjuk. Kami siap ikut beuty contest jika memang harus bersaing dengan daerah lainnya di Indonesia. Di situ, saya siap memaparkan keunggulan kenapa HPN 2027 harus ada di NTB pada pengurus PWI Pusat maupun pada Dewan Pers,”Ungkap Gubernur Lalu Iqbal, menyambut baik konsep HPN.
Sementara itu, Ketua PWI NTB Ahmad Ikliludin mengaku berterima kasih atas dukungan pemprov dibawah kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal yang telah memberikan bantuan pada kepengurusan PWI periode ini.
Terlebih, Sekretariat PWI NTB di belakang kantor Imigrasi, dirasa sangat representatif untuk menjadi rumah besar jurnalis di Provinsi NTB yang hampir 15 tahun tidak bisa terealisasi wujud fisik bangunanya.
“Untuk bantuan kantor dan rehabnya, Alhamdulillah kini progres pengerjaan sudah mencapai 80 persen. Dan kita harapkan Pak Gubernur bisa meresmikan bersama Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir atau Cak Munir pada sekitar Jumat (19/12/2025) pada minggu depan,”Katanya.
Jurnalis senior Radar Lombok ini mengaku sengaja mengundang khusus Gubernur Lalu Iqbal untuk bisa hadir pada kegiatan Pengukuhan dan Pembukaan Rapat Kerja PWI NTB periode 2025-2030 yang akan berlangsung di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram.
“Insya Allah, Pak Gubernur pada acara kami, Ketua Umum dan Sekjen PWI Pusat akan datang ke Lombok. Semoga Pak Gubernur bisa hadir meluangkan waktu menyapa para jurnalis di kegiatan PWI NTB,”Ucap Ikliludin.
Menjawab hal itu. Gubernur Lalu Iqbal mengaku akan mengupayakan kehadiran fisiknya untuk datang menyapa jurnalis yang tergabung dalam organisasi PWI NTB.
“Insya Allah, jika tidak ada acara di pusat, saya upayakan hadir. Kan Cak Munir itu, adalah sahabat lama saya saat masih aktif menjadi Jubir Kemenlu. Intinya, kalau untuk PWI NTB, saya siap bersinergi dan berkolaborasi karena misi saya adalah ingin agar jurnalis di NTB cerdas dengan mereka harus sudah ikut kompetensi,”Tukas Gubernur Lalu Iqbal.
Sekedar dikerahui, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki 10 wilayah administratif yang terdiri dari 8 kabupaten dan 2 kota, yaitu 4 kabupaten di Lombok (Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara) dan 4 kabupaten di Sumbawa (Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Dompu), serta Kota Mataram (ibu kota provinsi) dan Kota Bima. [*/TIM/RED]
