Mendikbud Turut Berduka Atas Gugurnya 2 Guru Hebat di Beoga, Papua

MANOKWARI, gardapapua.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A.., menyatakan turut berduka cita dan kehilangan atas gugurnya dua guru hebat di di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Keduanya Yonatan Randen, guru di SMPN 1 Julokoma dan Oktavianus Rayo merupakan guru Sekolah Dasar (SD). Ucapan duka Nadiem disampaikan melalui laman akun Instagramnya @nadiemmakarim.

“Turut berbelasungkawa atas gugurnya dua guru hebat Oktavianus Rayo dan Yonatan Rende dalam menjalankan tugas di Distrik Beoga, Papua. Terima kasih atas pengabdianmu untuk pendidikan Indonesia,”Tulisnya di instastory akun Instaragam miliknya.

Diketahui, dua pahlawan tanpa jasa tersebut gugur akibat keberingasan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kedua ditembak setelah sempat diculik oleh KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pada Kamis (8/4/2021).

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi sangat menyesalkan aksi penembakan yang dilakukan KKB terhadap dua guru di Papua. Selain melakukan penembakan, KKB juga melakukan pembakaran terhadap rumah tempat tinggal kedua guru tersebut di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pada pada Kamis (8/4).

Unifah mengatakan guru adalah penyuluh peradaban bangsa yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa, sehingga harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu, ia berharap negara dapat hadir dapat melalui pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat pertahanan dan keamanan, tokoh masyarakat (adat) untuk dapat memberikan perlindungan terhadap keselamatan para guru.

“Terutama guru yang bertugas di pedalaman yang saat ini tersulut konflik agar mereka mendapatkan jaminan keselamatan diri, dan keluarganya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan jika guru-guru tersebut tak merasakan ketidakpastian akan jaminan keamanan dalam menjalankan tugasnya, maka perlu adanya bantuan dari pemerintah pusat.

“Apabila guru tersebut merasakan ketidakpastian akan jaminan keselamatan dalam menjalankan tugasnya, lanjut dia, maka mohon bantuan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat memfasilitasi mereka. Dengan begitu tempat tugas mereka aman dan terlindungi,”Jelasnya.

Selain mengungkapkan rasa dukanya, Unifah juga berharap permasalahan yang terjadi di daerah konflik, agar dapat segera teratasi dan masyarakat kembali menjalani kehidupan yang tenang dalam satu rumah negara tercinta, yakni Indonesia.

“Selamat jalan kawan! Semoga mendapatkan tempat yang tinggi di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kesabaran,”Pungkasnya. [*/Tim/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *