LSM Barapen : Program Tol Laut Pelabuhan Kokas Diharapkan Merata Pemanfaatannya

SORONG, gardapapua.com — Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Rakyat Peduli Nusantara (Barapen) wilayah Sorong, Raman Kabes menyebutkan bahwa peluang baru Program Tol Laut Logistik di Pelabuhan Kokas harus dapat dikelola dengan baik sumber pemanfaatannya Distribusi Barang untuk Masyarakat di Teluk Berau, Teluk Bintuni dan Masyarakat di Manokwari Selatan.

Tol laut yang merupakan Program Presiden RI bapak Joko Widodo dan telah diresmikan oleh Wakil Gubernur Papua Barat, pada tanggal 21 Januari 2021 itu adalah program prioritas di Tanah Papua, guna meratakan distribusi barang dengan baik hingga ke pelosok daerah terpencil di tanah papua.

“Kapal Program Tol Laut yang telah resmi beroperasi di Pelabuhan Kokas diharapkan bisa dimanfaatkan oleh rakyat di Tanah Papua, kehadiran layanana Tol Laut Logistik di Pelabuhan Kokas bisa menjadi perubahan pola Distribusi Barang yang selama ini telah berjalan dan bisa dengan mudah barang yang dibutuhkan diperoleh hal ini karena Pelabuhan Kokas sangat strategis untuk Kabupaten di sekitar Pelabuhan Kokas,”Ujar Sekretaris LSM Barapen Raman Kabes.

Sehingga Kabupaten-Kabupaten di sekitar Pelabuhan Kokas bisa memanfaatkan kehadiran layanan kapal Tol Laut Logistik untuk Distribusi ke Pelabuhan-Pelabuhan di Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Manokwari Selatan.

Wilayah Tol Laut Pelabuhan Kokas – Fakfak

Saat ini, Pelabuhan-Pelabuhan di Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Manokwari Selatan agak terbatas pelabuhannya untuk layanan kapal kapasitas besar dengan gambaran sebagai berikut :

1. Pada wilayah Kab Sorong Selatan belum dapat dimasuki kapal besar (pelni) karena badan sungai dan dalaman permukaan air yang tidak sesuai dengan kondisi kapal putih , sehingga kebutuhan di Kab.Sorong Selatan harusnya bisa memanfaatkan Tol Laut Lagistik di Pelabuhan Kokas, dengan cara membeli barang di Surabaya kririm dengan kapal Tol Laut Logistik ke Merauke-Kokas kemudian distribusi ke Inanwatan (rencana menggunakan kapal penyeberangan/Fery).

2. Untuk kabupaten teluk bintuni, belum bisa kapal besar karena pelabuhannya saat ini di sungai dan sempit, sehingga bisa memanfaatkan Kapal Tol Laut Logistik yang ada di Pelabuhan Kokas dengan cara Membeli Barang dari Surabaya kemudian kirim dengan Kapal Tol Laut Logistik dari Surabaya-Merauke-Kokas, kemudian didistribusi dari pelabuhan kokas ke Bintuni, Tahun 2021 ini sudah ada kapal penyeberangan perintis lintas BABO-BINTUNI, sehingga kalau jalan dari pelabuhan kokas sampai di kampung Batutiafas dan kemudian untuk sementara pakai kapal Fery/Penyeberangan ke Kampung Kinam (sambil siapkan Study lanjutan perencanaan DED Jembatan dan penyiapan Anggaran pembangunan Jembatannya) maka kalau pakai Kapal Penyeberangan.Fery di tahap awal ini, maka distribusi barang dari pelabuhan kokas akan semakin cepat ke Kab.Teluk Buntuni dan Kab Manokwari Selatan.

3. Kab. manokwari selatan, pelabuhannya juga belum bisa kapal besar, sehingga bisa memanfaatkan Tol Laut Logistik. Sehingga baiknya membelanjakan barang dari Surabaya-Merauke-Kokas, kemudian di Transport Ke Bintuni dan selanjutnya ke Kab.Manokwari Selatan.

” Saya lihat Manokwari selatan penduduk cukup banyak dan cukup ramai. Sebab potensi dan peluang yang ada atas layanan Kapal Tol Laut Logistik du Pelabuhan Kokas bisa menjadi harapan baru untuk Distribusi Barang untuk Masyarakat di Teluk Berau, Teluk Bintuni dan Masyarakat di Manokwari Selatan,”Tukasnya. [OC/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *