Warga Desa Yerepetai dan Sabubar Sudah Bisa Menikmati Layanan Listrik

MANOKWARI, gardapapua.com —Semangat Menerangi PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Manokwari terus melakukan penambahan desa berlistrik.

Kali ini di desa Yerepatai dan Sabubar, Distrik Wamesa Kabupaten Teluk Wondama (23/12/2020), menjadi moment desa berlistrik tersebut yang dihadiri langsung oleh Pihak PT PLN (Persero) UP3 Manokwari yang diwakili Manager Bagian Perencanaan dan Manager Bagian Pembangkitan, Kepala Distrik Sabubar serta sejumlah pihak.

Saat ini rasio desa berlistrik di Manokwari sebesar 90,61 persen dari 682 desa yang ada dengan rincian 266 desa menggunakan listrik PLN dan 352 desa non PLN. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu,” kata Sulisiyo selaku Manager PLN UP3 Manokwari.

Lanjutnya Sulisiyo menyampaikan, Yang menjadi tantangan dalam melistriki desa ini yaitu kondisi sarana transportasi yang kurang kondusif di beberapa daerah menjadi kendala utama saat proses pengangkutan material serta situasi kondisi di tengah pandemi covid 19.

Menurut Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Wasior, Abdul Kadir Ollong, Khusus Desa Yeripetai dan Sabubar yang telah dilistriki, dengan panjang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) yang dibangun sepanjang 4,15 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 1,3 kms, dan 3 Unit Gardu Distribusi dengan total kapasitas 124 kVA.

“Dengan adanya pembangunan dan perluasan jaringan ini nantinya PLN akan melakukan penyambungan 115 rumah warga,”Jelas Abdul.

Sementara itu menurut, Kepala Distrik Sabubar, Zakeus Djoparish mengatakan upaya melistriki masyarakat telah dilakukan oleh PLN baik di sisi pembangkit, jaringan distribusi dan penyambungan pelanggan.

“Saya berharap pembangunan infrastruktur kelistrikan di yerepetai dan Sabubar dapat meningkatkan Indeks desa membangun tiap tahunnya serta mendukung perwujudan ekonomi yang terus maju,” ungkap Zakeus Djoparish.

Sementara itu, Salah satu warga yerepetai, Charles Manibui mengungkapkan bahwa keberadaan listrik yang masuk ke desanya tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Banyak aktifitas usaha warga yang dapat dilakukan tanpa harus tergantung dengan waktu. Desa Yerepetai dan Sabubar tidak perlu khawatir jika memiliki alat elektronik serta anak anak bisa belajar dengan baik kalau malam karena lampu sudah menyala,” jelas dia.

Selama ini warga menggunakan genset untuk penerangan di rumah, itupun terbatas hanya beberapa jam saja.

“Biaya yang dikeluarkan sekitar Rp700 ribu – Rp800 ribu per bulan untuk membeli BBM, cukup besar untuk ukuran warga desa, belum lagi biaya perbaikan nya jika sesekali terjadi kerusakan. Atas nama warga, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah lewat PLN ini jadi Kado Natal terindah untuk kami. Terima kasih PLN yang telah membuat desa kami terang benderang,” kata Charles.

Peresmian desa berlistrik ini ditandai dengan menekan saklar meter di salah satu rumah warga yang telah bisa menikmati listrik. [Rls/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *