Kapolres Manokwari Himbau Masyarakat Tingkatkan PAM Swakarsa Minimalisir Tingkat Kejahatan

MANOKWARI, gardapapua.com — Kapolres Manokwari AKBP Deddy Foury Millewa, SH, SIK, MIK., menjelaskan, bahwa berkaitan dengan beberapa kasus tindak kejahatan kriminalitas salah satunya begal yang marak terjadi di wilayah hukum kota Manokwari, para pelaku diantaranya kini merupakan kelompok – kelompok pemain baru selain yang telah tertangkap merupakan mantan residivis.

” Perlu diketahui bahwa beberapa kasus yang terjadi di sejumlah TKP yang baru- baru ini juga adalah dimainkan para tersangka kelompok baru,”Ujarnya

Sehingga diharapkan, adanya peran serta masyarakat untuk menghidupkan kembali model keamanan yang melibatkan warga. Misalnya, siskamling atau PAM Swakarsa yang lain.

” Jadi untuk masalah keamanan begal, ini kita harapkan agar bersama peran masyarakat rutin mendukung dengan melaksanakan PAM Swakarsa, mengadakan Portal dan menjaga lingkungannya disamping untuk keamanan COVID juga untuk mengurangi terjadinya kejahatan,”Imbuhnya

Selain itu, Kapolres Deddy juga menghimbau agar masyarakat turut menciptakan keamanan, dan mengikuti anjuran pemerintah. Seperti contoh mematuhi penerapan pembatasan aktivitas untuk tidak keluar rumah lagi diatas jam atau pukul 20.00 wit jika tidak dalam keadaan terdesak, jangan memakai perhiasan mencolok dan beberapa barang berharga lainnya saat berkendara atau dijalan raya, yang mana menjadi target sasaran incaran para pelaku begal.

” Karena biasa dikatakan, peningkatan terjadimya aksi kejahatan begal ini, dikarenakan masyarakat tidak mematuhi anjuran pemerintah. Dan tidak bersama mendukung langkah pencegahan, yang mana atas kerusakan sistem akibat wabah pandemi covid19 ini melanda,”Ujarnya

“Kita tidak bisa saling menyalahkan pihak mana yang benar, mana yang salah, karena akibat Covid ini juga, yang adalah salah satu indikator wabah yang turut menyerang sistem kinerja semua institusi,”Tambahnya

Hal ini dikarenakan, suatu akibat yang baru karena situasi baru juga yang terjadi akibat banyaknya pemutusan hubungan kerja, matinya sendi – sendi aktivitas ekonomi sosial yang mengakibatkan terjadinya pergerakan dari aktivitas kelompok kejahatan yang juga berlaku nekat melakukan jalan pintas seperti ini.

” Dalam hal ini pada intinya, kita harus saling berantisipasi, karena kejahatan itu terjadi kalau kita tidak saling mendukung. Sehingga kita harus kerja sama dalam rangka menciptakan situasi keamanan kondusif di kota manokwari. kelompok – kelompok baru ini sudah kita tandai mereka, baik Begal, Curas dan Jambret ini, harapan kami tetap dapat tertangkap oleh tim yang sudah ada,”Tukasnya. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *