Apresiasi Langkah Kebijakan Bupati Manibuy, Anggota DPRK Teluk Bintuni Siap Kawal Aspirasi Pemulihan Pengungsi Moskona
TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Ketua Komisi B DPRK Teluk Bintuni, Jefri Orocomna, menyatakan komitmen legislatif untuk mengawal penuh pemulihan Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh pasca konflik bersenjata.
Hal itu disampaikannya saat mendampingi Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, meninjau Kampung Moyeba, Distrik Moskona Utara, Rabu (7/10/2026). Kunjungan tersebut merupakan yang pertama setelah kampung itu ditinggalkan warga sejak penembakan pada Oktober 2025 lalu.
Jefri mengaku bersyukur dapat kembali bersama Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy melihat langsung kondisi lapangan. Menurutnya, kerusakan terjadi hampir di semua sektor.
“Kondisi Moskona Utara pasti semua tahu, hari ini kami bisa datang melihat situasi dan kondisi, terutama perumahan masyarakat, kami sudah lihat semua ada kerusakan, bahkan kantor-kantor, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan keamanan semuanya kami sudah lihat,”Ujar Jefri Orocomna.

Ia menegaskan, temuan di lapangan akan menjadi wacana prioritas dalam pembahasan APBD Tahun 2027. Jefri meminta pemerintah daerah agar rumah warga yang rusak diperbaiki, termasuk Kantor Distrik Moskona Utara yang dibangun sejak tahun 2001 saat masih menjadi bagian Kabupaten Manokwari dan hingga kini belum permanen.
“Di Distrik Moskona Utara pembangunan kantor distrik belum selesai, saya minta supaya bisa dibangun kantor distrik yang sangat bagus serta beberapa sekolah SD, SMP, PAUD yang rusak. Dari legislatif khususnya tim Banggar, kami akan tetap kawal karena ini aspirasi rakyat,”Tegasnya.
Lebih jauh, Jefri menekankan pemulihan Moskona tidak bisa hanya dibebankan kepada APBD kabupaten. Diperlukan perhatian khusus dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi.
“Ini harus ada perhatian khusus dari pemerintah pusat, Bapak Presiden Prabowo Subianto, dan Bapak Gubernur Papua Barat. Saya minta pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten bekerja sama mengawal aspirasi ini, sehingga pengungsi Moskona yang berada di kota bisa dipulangkan, beraktivitas seperti sebelumnya, dan bahagia di tanah kelahiran mereka,”Katanya.
Sebelumnya, Bupati Yohanis Manibuy menargetkan pemulangan pengungsi sebelum Natal 2026.
“Sebelum Natal, harapan besarnya agar keluarga besar Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh sudah bisa pulang ke rumah masing-masing,”Ucap Bupati Yohanis Manibuy di sela kunjungan.
Bupati datang bersama Forkopimda dan sejumlah kepala dinas. Sejumlah pengungsi turut ikut dalam rombongan. Dari pantauan, rombongan berjalan kaki menyusuri tiga kampung: Moyeba Utara, Mosum, dan Moyeba Barat. Rumah warga, gereja, dan fasilitas umum tampak ditumbuhi rerumputan, pakaian dan peralatan rumah tangga berserakan.
Bupati Manibuy mengakui telah mengecek sekolah, puskesmas, dan sarana penunjang lainnya. Perbaikan rumah warga yang rusak ringan maupun berat akan dikerjakan oleh Dinas PUPR dan Dinas Perumahan.
Diketahui, warga dua distrik tersebut mengungsi ke Kota Bintuni setelah penembakan di Kampung Moyeba pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIT itu menewaskan seorang prajurit Satgas Yonif 410/Alugoro, Praka Amin Nurohman. Pihak militer menyebut pelakunya kelompok TPNPB/OPM.
Hingga kunjungan ini, pengungsian telah berlangsung hampir setahun. Natal 2026 yang jatuh pada 25 Desember tinggal sekitar 11 pekan lagi, menjadi tenggat kemanusiaan bagi pemulangan warga Moskona ke kampung halaman.
[Ian/Red]
