Gubernur Dominggus Bangga Peran Guru Mengorbitkan Duta Baca Literasi Papua Barat
MANOKWARI, gardapapua.com – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan,M.Si., menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada para guru PAUD hingga SMA yang setia mengabdi dalam mengorbitkan calon – calon Duta Baca teladan Papua Barat.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Pengukuhan Bunda Literasi dan Pemilihan Duta Baca Provinsi Papua Barat 2026 di Ballroom Swiss-Belhotel Manokwari, pada Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini terselenggara atas program kerjasama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat dengan Dinas Pendidikan Papua Barat.
Kegiatan bertema : ‘Membaca Identitas, Mengukir Prestasi, Mewujudkan Papua Barat yang Cerdas dan Bermartabat’, dengan Ketua Panitia Penyelenggara Dinovita N. Huwae, S.E., M.M.

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan,M.Si, dalam sambutan menegaskan, komitmen Pemprov Papua Barat untuk terus mendukung pemerataan layanan PAUD dan penguatan gerakan literasi pada tingkatan satuan pendidikan hingga ke kampung dan pelosok, demi mewujudkan Papua Barat yang cerdas dan bermartabat.
“Saya bangga kepada para guru yang aktif mengabdi dan kepada calon Duta Baca dari kabupaten/kota yang hadir hari ini. Kalian adalah wajah generasi muda yang gemar membaca dan siap menjadi teladan,”Ucap Gubernur Drs. Dominggus Mandacan,M.Si.
Oleh sebab itu, guru memiliki peran kunci dalam menumbuhkan budaya literasi dari usia dini hingga remaja, sementara Duta Baca menjadi penggerak dan inspirasi literasi di daerah masing-masing.
Adapun para calon duta baca yang mengikuti pemilihan adalah para siswa-siswi berprestasi dalam bidang literasi yang berasal dari 7 wilayah Kabupaten se-Papua Barat, yang diharapkan akan menjadi inspirasi, dan penggerak literasi di daerah masing-masing kian maju dan berkembang nantinya.
Hal ini melihat, bahwa di tangan generasi muda inilah estafet pembangunan sumber daya manusia Papua Barat yang cerdas dan berwawasan luas berada.
Gubernur menjelaskan, anak-anak merupakan investasi terbesar bagi masa depan daerah. Pada usia emas atau golden age, fisik, mental, dan karakter anak dibentuk, sehingga pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan PAUD yang bermutu, merata, dan terjangkau, termasuk di kampung, pesisir, hingga daerah terpencil.
“Anak-anak adalah investasi terbesar bagi masa depan Papua Barat. Karena itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan PAUD yang bermutu, merata, dan terjangkau bagi seluruh anak di tanah ini,”Tegasnya.
Ia menambahkan, pemerataan akses layanan pendidikan tersebut memerlukan dukungan regulasi dan anggaran serta gerakan kolektif dari seluruh pemangku kebijakan di tingkat daerah.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya sinergi antara gerakan PAUD dan gerakan literasi. Literasi dimaknai tidak sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, berpikir kritis, dan menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
“Budaya literasi tumbuh dari rumah, ketika orang tua membacakan buku dan bercerita kepada anaknya, lalu diperkuat di sekolah, perpustakaan, dan komunitas,”Ujarnya.
Untuk itu, Gubernur menginstruksikan seluruh perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dan elemen masyarakat untuk mendukung penuh kerja Bunda PAUD dan Bunda Literasi dalam mewujudkan Papua Barat yang cerdas dan bermartabat.
[Ian/Red]
