Plt. Sekda Frans Awak Pimpin Upacara Bendera Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025
TELUK BINTUNI, gardapapua.com — ASN dan non ASN dilingkup Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, penuh hikmat mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025 di lapangan upacara Kantor Bupati, Sp3, Manimeri, Teluk Bintuni, pada Rabu (1/10/2025).
Dalam kesempatan penuh hikmat itu, rangkaian Upacara Hari Kesaktian Pancasila dipimpin oleh Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Frans N. Awak. Turut hadir dalam upacara tersebut, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, SE., MH., Pasintel Brigif 26/GP Mayor Inf. Septyan Dwi Nuryadi, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.I.K., Kepala Sub Bagian Pembinaan Kejakasaan Negeri Teluk Bintuni, Theophilos Kleopas Aupray, SH., Danpos AL Letda Joko Sucipto, serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni. Tahun ini, upacara mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”.
Dalam sambutannya, Plt Sekda Frans Awak mengatakan, bahwa pada setiap tanggal 1 Oktober bangsa Indonesia tentu memperingati Hari Kesaktian Pancasila.
Hari bersejarah ini mengingatkan pada suatu peristiwa kelam, namun sekaligus memperlihatkan bagaimana Pancasila telah teruji dan terbukti menjadi fondasi yang kokoh dalam menyelamatkan keutuhan bangsa dan negara. Kata sekda, Pancasila adalah anugerah terbesar bagi bangsa Indonesia. di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur yang mengajarkan ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.
“Kita patut ungkapkan rasa syukur karena masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Perlu kita renungkan kembali, bahwa Pancasila merupakan dasar ideologi negara sekaligus pondasi kokoh bangsa Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 80 tahun lalu,”Sebut Plt. Sekda.
Kata Frans, bahwa nilai-nilai luhur Pancasila mengarahkan setiap langkah kita dalam mengisi kemerdekaan, menjaga persatuan, dan menegakkan keadilan sosial. Pancasila bukan hanya simbol, tetapi pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang mengikat kuat seluruh elemen masyarakat.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembumian nilai-nilai Pancasila di berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga, masyarakat, dunia pendidikan hingga tata kelola pemerintahan. Menurutnya, internalisasi nilai Pancasila menjadi sumber kekuatan moral dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Kabupaten Teluk Bintuni, lanjutnya, adalah contoh nyata keberagaman yang harmonis dan serasi. “Di atas Tanah Sisar Matiti, perbedaan adalah kekayaan yang jika dikelola dengan bijaksana, menjadi sumber kekuatan untuk membangun kehidupan sosial yang damai, toleran, dan inklusif,”Tegas Frans. [TIM/RED]
